- Penumpukan Lemak di Sekitar Leher: Orang yang kelebihan berat badan biasanya memiliki penumpukan lemak di sekitar leher dan tenggorokan. Lemak ini dapat mempersempit saluran napas, sehingga udara sulit lewat dengan lancar, dan menyebabkan getaran yang menghasilkan suara ngorok.
- Tekanan pada Otot Pernafasan: Kelebihan berat badan juga bisa memberikan tekanan lebih besar pada otot-otot pernapasan. Termasuk diafragma. Ini bisa menyebabkan pernapasan yang kurang efisien saat tidur, sehingga risiko ngorok meningkat.
- Obstruksi Saluran Napas: Orang gemuk lebih rentan terhadap sleep apnea, suatu kondisi di mana saluran napas tersumbat secara parsial atau sepenuhnya saat tidur. Sleep apnea sering mengkaitkan dengan ngorok yang keras dan jeda napas saat tidur.
- Postur Tidur yang Tidak Menguntungkan: Berat badan berlebih bisa memengaruhi postur tidur, dan postur yang buruk (misalnya tidur telentang) dapat membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang. Menyumbat saluran udara dan menyebabkan ngorok.
- Peradangan di Saluran Napas: Orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami peradangan kronis di saluran pernapasan bagian atas, yang bisa mempersempit jalur udara dan menyebabkan dengkuran.
Mengelola berat badan dengan cara yang sehat, seperti melalui diet dan olahraga, dapat membantu mengurangi frekuensi mendengkur. Selain itu, orang yang sering ngorok, terutama jika disertai gejala lain seperti kantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek kemungkinan sleep apnea atau masalah pernapasan lainnya.