Orang Gemuk Kerap Tidur Ngorok? Begini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Editor Nur
Rabu, 09 Oktober 2024 16.06 WIB
Orang Gemuk Kerap Tidur Ngorok? Begini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Orang gemuk cenderung lebih sering ngorok (mendengkur) saat tidur karena beberapa faktor terkait kondisi fisik mereka yang memengaruhi saluran pernapasan. Dok/Medcom

Bandar Lampung (Lampost.co)— Semua orang memiliki peluang untuk tidur dan mendengkur atau ngorok. Ngorok atau mendengkur ini ternyata dapat membuat kualitas tidur menjadi terganggu.

Lalu apa penyebab seseorang mengorok? salah satunya kelebihan berat badan alias gemuk. Terdapat sejumlah penelitian yang mengungkapkan orang dengan berat badan berlebih lebih berisiko mendengkur dan mengalami gangguan tidur lainnya.

Melansir dari jurnal Lung India, orang dengan kelebihan berat badan pasti menyimpan lemak lebih banyak. Lemak ini akan berpotensi mempersempit saluran udara bagian atas. Beberapa lemak tersebut terkumpul di bagian tubuh tertentu seperti di leher dan daerah tenggorokan.

Lemak yang ada di leher dan tenggorokan akan menyempitkan saluran udara sehingga orang gemuk akan sulit mengatur napas. Ketika berbaring, posisi tubuh akan makin mempersempit saluran udara, sehingga membuat mendengkur karena berusaha mengambil oksigen. Jaringan berlemak dan berkurangnya massa otot menyebabkan kamu sering ngorok saat tidur.

Apabila mendengkur hanya karena kegemukan, biasanya dengan menurunkan berat badan seringkali bisa memperbaiki masalah. Namun, apabila obesitas sudah berkombinasi dengan penyebab lain, perlu penanganan lebih lanjut.

Orang yang mendengkur terkadang juga bisa menderita sleep apnea, yang bisa terjadi beberapa kali dalam waktu semalam dan mengganggu kualitas tidur normal.

Berikut beberapa penyebab utama orang mengorok

  1. Penumpukan Lemak di Sekitar Leher: Orang yang kelebihan berat badan biasanya memiliki penumpukan lemak di sekitar leher dan tenggorokan. Lemak ini dapat mempersempit saluran napas, sehingga udara sulit lewat dengan lancar, dan menyebabkan getaran yang menghasilkan suara ngorok.
  2. Tekanan pada Otot Pernafasan: Kelebihan berat badan juga bisa memberikan tekanan lebih besar pada otot-otot pernapasan. Termasuk diafragma. Ini bisa menyebabkan pernapasan yang kurang efisien saat tidur, sehingga risiko ngorok meningkat.
  3. Obstruksi Saluran Napas: Orang gemuk lebih rentan terhadap sleep apnea, suatu kondisi di mana saluran napas tersumbat secara parsial atau sepenuhnya saat tidur. Sleep apnea sering mengkaitkan dengan ngorok yang keras dan jeda napas saat tidur.
  4. Postur Tidur yang Tidak Menguntungkan: Berat badan berlebih bisa memengaruhi postur tidur, dan postur yang buruk (misalnya tidur telentang) dapat membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang. Menyumbat saluran udara dan menyebabkan ngorok.
  5. Peradangan di Saluran Napas: Orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami peradangan kronis di saluran pernapasan bagian atas, yang bisa mempersempit jalur udara dan menyebabkan dengkuran.

Mengelola berat badan dengan cara yang sehat, seperti melalui diet dan olahraga, dapat membantu mengurangi frekuensi mendengkur. Selain itu, orang yang sering ngorok, terutama jika disertai gejala lain seperti kantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek kemungkinan sleep apnea atau masalah pernapasan lainnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI