Bandar Lampung (Lampost.co)– Lampung masuk sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada puncak musim kemarau yang bakal terjadi pada Juli.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menjelaskan pihaknya menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi Karhutla saat musim kemarau.
“Kita menyiapkan mitigasi dengan deteksi dan pencegahan dini, juga melibatkan unsur-unsur stakeholder dan masyarakat tingkat desa untuk memitigasi potensi Karhutla,” ujarnya, Selasa, 25 Juni 2024.
Karhutla Tahun 2024 Meningkat 55%
Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pencegahan Karhutla. Sosialisasi pengetahuan kepada masyarakat terkait penanganan karhutla terus gencar oleh Dinas Kehutanan Lampung.
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Unsur Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (UPT KLHK) dalam menjaga peran dan mendorong penambahan jumlah Masyarakat Peduli Api (MPA).
“MPA ini merupakan masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan. Dan sudah kita bekali sehingga membantu kegiatan pengendalian kebakaran hutan,” katanya.
Menurutnya, kejadian kebakaran hutan di Lampung terindikasi banyak di sebabkan oleh kegiatan pembakaran dengan sengaja . Biasanya titik kebakaran hutan kerap terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
“Kejadian (Karhutla) berulang itu indikasinya memang ada unsur kesengajaan karena ada pemburu liar. Tapi itu hanya salah satunya. Pada musim kemarau tinggi, memang potensinya lebih besar,” ungkapnya.
Meski begitu, Yanyan optimis kejadian Karhutla di Lampung dapat menekannya dengan berbekal pengalaman dan kolaborasi lintas sektor.
Berdasarkan data Dishut Lampung, luasan Karhutla di Lampung pada tahun 2024 hingga bulan Juni tercatat seluas 707,27 Hektare. Dengan rincian kejadian di Lampung Timur seluas 670,9 Ha, Tulangbawang seluas 7,22 Ha, dan Way Kanan seluas 29,15 Ha.
Adapun total luas karhutla di Lampung pada 2019 seluas 35.546 Ha, tahun 2020 seluas 1.358 Ha, tahun 2021 seluas 5.412 Ha. Tahun 2022 seluas 7.990 Ha dan 6.506,66 Ha pada tahun 2023.







