Bandar Lampung (Lampost.co) – Insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SD dan SMP di Kota Bandar Lampung menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Rasa khawatir dan trauma masih menyelimuti orang tua. Sementara itu, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan memberikan pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-kota. Pelatihan ini dilakukan dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pangan. Ini merupakan bentuk respon nyata setelah kejadian keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi tentang tata cara pengolahan makanan siap saji yang memenuhi standar keamanan. “Tak hanya pengolah makanan saja, kami juga memberikan pelatihan penyediaan bahan baku. Hingga pendistribusian yang benar-benar memenuhi standar,” ujarnya, Minggu, 5 Oktober 2025.
Dalam pelatihan itu, penjamah makanan juga diberi pemahaman mengenai cara meminimalisir pencemaran pangan, penyakit bawaan, serta menjaga kebersihan lingkungan dapur MBG. Muhtadi menekankan, dapur MBG harus benar-benar steril dari sampah dan hewan pembawa bakteri atau penyakit, seperti lalat, tikus, dan kecoa.
Ia berharap pelatihan ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. “Pengolahan menu MBG serta dapurnya harus benar-benar memenuhi standar. Semoga dengan pelatihan ini kualitas dan keamanan program tetap terjaga, sehingga tidak ada lagi siswa yang menjadi korban,” tandasnya.








