Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka posko kesehatan bagi korban banjir bandang di Jalan Laksamana RE Martadinata, Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Telukbetung Timur. Sejak hari pertama, banyak warga mengeluhkan penyakit gatal-gatal akibat kontak langsung dengan air banjir kotor. Ini adalah salah satu penyakit pascabanjir yang umum terjadi.
Kepala Puskesmas Sukamaju, Widya S, mengatakan keluhan yang dominan adalah gatal pada bagian kaki dan tangan saat warga membersihkan rumah mereka. Penyakit pascabanjir ini menjadi tantangan bagi banyak warga. Selain itu, warga juga mengalami kelelahan, nyeri pinggang, dan pegal-pegal karena bekerja hingga larut malam untuk memulihkan kondisi rumah.
“Beberapa warga juga mulai menunjukkan gejala hipertensi, kemungkinan dipicu stres dan kelelahan setelah banjir,” kata Widya, Selasa, 2 September 2025.
Ia menjelaskan, tidak ditemukan kasus luka berat. Pada hari pertama, hanya satu warga yang mengalami luka akibat terkena benda tajam. Kasus tersebut telah ditangani di UGD Puskesmas Sukamaju. Ada pula satu warga yang mengalami benturan akibat tertimpa barang. Namun, warga tersebut sudah mendapat perawatan. Ini menghindarkan mereka dari potensi penyakit.
Hingga hari keempat pascabanjir, tercatat 23 orang telah mendapatkan pelayanan medis, sementara pada hari ketiga jumlah pasien mencapai sekitar 50 orang. Posko kesehatan beroperasi dua shift per hari dengan tambahan tenaga medis dari berbagai puskesmas. Penyakit pascabanjir tetap menjadi perhatian utama tim medis.
“Selain membuka posko, tim medis juga memberikan pelayanan keliling ke gang-gang. Mereka menjangkau wilayah terdampak yang sulit menjangkau posko,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung masih membersihkan lumpur yang menutup akses jalan dan rumah warga. Kehadiran mereka membantu mencegah timbulnya lebih banyak penyakit pascabanjir. Warga pun terus membersihkan perabotan dan barang elektronik yang rusak akibat terendam lumpur.







