Bandar Lampung (lampost.co)–Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung memastikan Bendungan Margatiga di Lampung Timur telah beroperasi sesuai fungsinya. Penegasan ini sekaligus menepis isu yang menyebut bendungan tersebut belum berjalan efektif sejak diresmikan pada tahun 2024 silam.
Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Elroy Koyari, menjelaskan bahwa Bendungan Margatiga memang bukan untuk mengalirkan air irigasi secara langsung ke lahan pertanian di sekitarnya. Bendungan ini mengadopsi sistem cascade atau berseri. Peran utamanya adalah menopang ketersediaan air bagi bendungan lain di wilayah hilir.
“Bendungan ini bukan untuk mengalirkan irigasi secara langsung. Sistemnya cascade, jadi fungsinya mendukung bendungan di bagian hilir, termasuk hingga wilayah Jabung,” jelas Elroy pada Kamis, 5 Maret 2026.
Keberadaan Bendungan Margatiga sangat vital dalam menjaga kestabilan pasokan air di kawasan hilir. Dengan suplai air yang lebih terkontrol dari hulu, daerah irigasi seperti Jabung kini memiliki jaminan ketersediaan air yang lebih pasti, terutama saat memasuki musim kemarau ekstrem.
Sistem yang terintegrasi ini memastikan bahwa setiap bendungan saling memengaruhi. Ketika fungsi di hulu berjalan optimal, maka stabilitas debit air di bagian hilir akan jauh lebih terjaga untuk kebutuhan pertanian masyarakat.
Potensi Energi Baru Terbarukan
Selain fungsi hidrologi, Bendungan Margatiga juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan di Lampung Timur. Salah satu rencana strategis yang tengah digodok adalah pemanfaatan area waduk untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung.
“Secara fungsi, bendungan sudah berjalan sesuai peruntukannya sebagai penopang sistem di hilir dan memiliki potensi besar untuk pengembangan energi masa depan,” tegas Elroy. BBWS berharap masyarakat memahami peran strategis bendungan ini dalam menopang ketahanan pangan dan energi di Provinsi Lampung.








