Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini waspada cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga hujan. Terutama bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik Lebaran 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Tri Wahyudi menyampaikan analisis kondisi sinoptik BMKG. Pola angin wilayah perairan Provinsi Lampung secara umum bergerak dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan berkisar 2 hingga 20 knot.
“Kondisi angin tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut beberapa wilayah perairan Lampung,” katanya, Senin, 16 Maret 2026.
Informasi peringatan dini gelombang laut bagi wilayah perairan Provinsi Lampung tertuang dalam Surat Peringatan Dini Nomor. B/ME.01.02/PDGT/16/KLMP/III/2026 yang berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau pada beberapa wilayah perairan. Antara lain Selat Sunda Bagian Selatan Lampung, Teluk Lampung Bagian Utara dan Selatan, Perairan Timur Lampung Bagian Selatan,” katanya.
Kemudian BMKG memperingatkan bahwa gelombang setinggi 1,25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi pada wilayah Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Bagian Selatan Lampung.
“Gelombang dengan ketinggian tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Khususnya bagi kapal berukuran kecil,” ungkapnya.
Selanjutnya, BMKG juga memberikan beberapa saran keselamatan bagi aktivitas pelayaran. Perahu nelayan, berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang, berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
“Karena itu, nelayan dan operator transportasi laut perlu selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut,” katanya.
Prospek Cuaca 7 Harian
Sementara itu, BMKG juga menyampaikan prospek cuaca 7 harian wilayah yang berlaku 16-22 Maret 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, Indeks ENSO di NINO 3.4 saat ini bernilai -0.62 (Normal ±0.8) kurang berpengaruh terhadap pola pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Indonesia.
Pantauan daerah belokan angin dan konvergensi wilayah Lampung menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan. Hasil analisis kondisi lokal/mikro juga menunjukkan masih adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat kondisi labilitas yang kuat di wilayah Lampung.
Kondisi kelembaban udara yang tinggi pada semua lapisan atmosfer wilayah Lampung juga menambah jumlah massa uap air. Ini yang memicu peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan wilayah Lampung.
Secara umum dalam 7 hari ke depan, wilayah Lampung perkiraan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi pada siang, sore, dan malam hari.
Wilayah yang berpotensi hujan sedang – lebat yang dapat disertai petir dan/atau angin kencang
16 Maret 2026
Wilayah Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.
17 Maret 2026
Wilayah Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.
18 Maret 2026
Wilayah Way Kanan, Lampung Barat, dan Lampung Utara.
19 Maret 2026
Wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Lampung Tengah.
20 Maret 2026
Wilayah Way Kanan, Tanggamus, dan Lampung Barat.
21 Maret 2026
Wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Mesuji.
22 Maret 2026
Wilayah Lampung Tengah dan Lampung Timur.








