Bandar Lampung (lampost.co)–Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Lampung menetapkan target ambisius untuk sektor pertanian 2026. Otoritas terkait berencana meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi menjadi 2,3 kali tanam dalam setahun.
Kepala Dinas KTPTH Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan bahwa performa IP sepanjang 2025 sudah menunjukkan tren positif. Saat itu, rata-rata indeks pertanaman di Lampung mencapai 1,5 hingga 2 kali tanam.
“Capaian tahun lalu cukup baik, namun kami akan terus meningkatkannya pada tahun 2026 ini,” ujar Elvira, Kamis, 8 Januari 2026.
Peningkatan indeks ini sejalan dengan upaya mendongkrak produksi padi daerah. Awalnya, dokumen perencanaan 2026 hanya menargetkan produksi sebesar 3,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Namun, Elvira optimistis produktivitas riil di lapangan mampu melampaui target dokumen tersebut. Keyakinan ini muncul karena produksi pada tahun 2025 saja sudah berhasil menyentuh angka 3 juta ton.
Strategi Khusus
Pemerintah daerah pun menyiapkan strategi khusus guna mencapai hasil maksimal. Salah satu langkah utamanya adalah melalui masifikasi Program Pupuk Organik Cair hingga tingkat desa.
Berkat intervensi teknologi dan peningkatan IP, Elvira memprediksi produksi tahun ini bisa tumbuh 20 persen. Total produksi padi Lampung bahkan berpotensi mencapai 3,8 juta ton GKG.
“Perkiraan kenaikan produksi bisa melebihi target perencanaan dengan dukungan indeks pertanaman 2,3 kali tanam,” tambah Elvira.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional. Selain itu, peningkatan intensitas tanam juga diproyeksikan bakal berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal. (ANT)








