Bandar Lampung (lampost.co)–Upaya memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Lampung terus dipacu melalui proyek infrastruktur skala besar. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung tengah menyiapkan program rehabilitasi dan pengembangan Sekampung System, kawasan irigasi raksasa yang mengairi sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian di Bumi Ruwa Jurai.
Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Elroy Koyari, menegaskan bahwa penguatan sektor irigasi menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026. Program strategis ini akan dibiayai melalui skema pinjaman luar negeri dari Korea Selatan dan saat ini sedang memasuki tahap persiapan menuju konstruksi fisik.
“Untuk tahun 2026, rencana rehabilitasi Sekampung System sudah masuk agenda. Kami berharap program ini mampu menunjang sektor pertanian di Lampung secara signifikan,” ujar Elroy pada Kamis, 5 Maret 2026.
Proyek sebagai kegiatan tahun jamak (multiyears) dengan target penyelesaian dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun. Saat ini, tahapan pengerjaan masih dalam proses lelang sebelum para kontraktor mulai bekerja di lapangan untuk membenahi jaringan penyaluran air.
Optimalisasi jaringan irigasi ini dipandang sebagai kunci utama untuk mendongkrak produktivitas lahan. Dengan distribusi air yang lebih merata dan efisien, petani di wilayah tangkapan Sekampung System mampu meningkatkan intensitas tanam serta kualitas hasil panen mereka.
Elroy menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi irigasi yang lebih modern akan sangat membantu Lampung dalam menjaga statusnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Jika pengembangan ini berjalan maksimal, stabilitas pasokan air untuk pertanian akan lebih terjamin sepanjang tahun.
Melalui modernisasi Sekampung System, pemerintah menargetkan terciptanya tata kelola air yang lebih efisien dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi warisan infrastruktur yang mampu menopang kesejahteraan petani Lampung di masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update