Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 36,95 persen, atau naik 1,06 poin dari pada Februari 2026 yang sebesar 35,89 persen.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Kinerja sektor perhotelan berbintang di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif pada Maret 2026.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 36,95 persen, atau naik 1,06 poin dari pada Februari 2026 yang sebesar 35,89 persen.
Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution menyebutkan tidak hanya meningkat secara bulanan, capaian ini juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan Maret 2025, TPK hotel berbintang di Lampung melonjak hingga 9,85 poin. Menandakan adanya pemulihan dan peningkatan aktivitas pariwisata maupun perjalanan dinas di wilayah tersebut.
Sejalan dengan kenaikan TPK, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang selama Maret 2026 juga mengalami peningkatan.
Total tamu tercatat mencapai 95.045 orang, terdiri dari 905 tamu asing dan 94.140 tamu domestik. Angka ini naik 14.472 orang atau sebesar 17,96 persen dari pada Februari 2026 yang mencatatkan 80.573 tamu.
“Dominasi tamu domestik masih sangat terlihat dalam struktur kunjungan hotel berbintang di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan nusantara serta aktivitas perjalanan dalam negeri menjadi penopang utama sektor perhotelan di daerah tersebut,” ujar Riswan dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga:
Beban Pengeluaran Petani Meningkat Dampak NTP Turun
Meski demikian, peningkatan jumlah tamu tidak diikuti oleh kenaikan rata-rata lama menginap. Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,21 hari. Sedikit menurun dari pada Februari 2026 yang mencapai 1,25 hari.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar tamu masih cenderung melakukan perjalanan singkat, baik untuk keperluan bisnis maupun kunjungan singkat lainnya.
Secara keseluruhan, kinerja perhotelan berbintang di Lampung pada Maret 2026 menunjukkan perbaikan yang cukup baik, terutama dari sisi okupansi dan jumlah tamu.
Ke depan, peningkatan kualitas destinasi wisata, penyelenggaraan event, serta promosi daerah harapannya dapat mendorong lama tinggal wisatawan. Langkah ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor pariwisata dan industri pendukung lainnya di Provinsi Lampung.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update