Liwa (lampost.co)–Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menetapkan alat tradisional Kekuhan atau kentongan bambu sebagai sistem peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tengah ancaman bencana alam yang mengintai wilayah tersebut.
Parosil menjelaskan bahwa pemilihan Kekuhan memiliki dasar historis yang kuat sebagai alat komunikasi antarwarga sejak zaman dahulu. Sebelum teknologi berkembang pesat, masyarakat Lampung Barat mengandalkan bunyi Kekuhan sebagai alarm untuk menyampaikan berita-berita penting.
“Resmian Kekuhan sebagai sistem peringatan dini bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai sejarah, alat ini terbukti efektif sebagai media komunikasi antar-masyarakat di masa lalu,” ujar Parosil Mabsus, Kamis, 19 Februari 2026.
Rawan Sesar Semangko
Penetapan ini menjadi sangat krusial mengingat geografis Lampung Barat yang didominasi perbukitan dan dilalui langsung oleh jalur patahan aktif Sesar Semangko. Kondisi ini menempatkan wilayah tersebut dalam zona risiko tinggi bencana gempa bumi dan tanah longsor.
Bupati berkomitmen melestarikan Kekuhan sebagai alarm darurat yang melengkapi teknologi modern. Keunggulan alat tradisional ini terletak pada kemandiriannya; Kekuhan tetap dapat berfungsi optimal dalam situasi darurat sekalipun, termasuk saat jaringan komunikasi digital atau listrik terputus.
“Kentongan merupakan alat tradisional yang bisa kita gunakan dalam situasi apa pun. Seandainya terjadi bencana, warga dapat memukul Kekuhan untuk menyebarkan informasi secara cepat guna meminimalisir risiko korban jiwa,” tambahnya.
Meskipun zaman terus berkembang, Parosil mendorong masyarakat untuk tidak meninggalkan identitas budaya lokal. Ia berharap Kekuhan kembali menghiasi pos-pos ronda dan rumah warga sebagai garda terdepan sistem keamanan lingkungan.
“Meskipun kita sudah memasuki zaman modern, kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap kita pertahankan. Ini adalah warisan yang menyelamatkan,” pungkas Parosil.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berupaya menciptakan masyarakat yang tangguh bencana dengan memadukan kesiagaan teknologi dan kekuatan tradisi leluhur. (ANT)







