Sukadana (lampost.co)–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur mematangkan kesiapan teknis para Calon Jamaah Haji (CJH) musim keberangkatan 1447 H/2026 M. Langkah awal dimulai dengan menjadwalkan pertemuan koordinasi dan pembekalan teknis bagi seluruh jamaah yang dipusatkan di Islamic Center Sukadana pada Senin, 9 Februari 2026 mendatang.
Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, H. Liwon, menyatakan bahwa agenda ini merupakan fase fundamental dalam alur keberangkatan haji. Pertemuan untuk menyelaraskan persepsi antara petugas dan jamaah mengenai seluruh rangkaian teknis perjalanan. Mulai dari embarkasi hingga pelaksanaan di Arab Saudi.
“Kehadiran jamaah dalam agenda ini sangat penting untuk memastikan mereka mendapatkan informasi yang utuh dan akurat. Semua jamaah harus memahami setiap tahapan sehingga proses keberangkatan berjalan tertib,” ungkap H. Liwon saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Feruari 2026.
Mengingat adanya pembaruan regulasi di tingkat internasional, jamaah memerlukan panduan agar tidak terkendala administratif maupun teknis. “Pembekalan teknis ini agar jamaah mandiri. Setelah tingkat kabupaten ini selesai, pendalaman berlanjut hingga ke tingkat kecamatan,” tambah Liwon.
Optimalisasi Jejaring Informasi
Kemenag menyadari bahwa distribusi informasi ke seluruh wilayah Lampung Timur memerlukan kerja sama semua pihak. Liwon menginstruksikan para petugas di lapangan untuk proaktif melakukan penjemputan bola dan memastikan undangan fisik maupun digital telah diterima oleh setiap jamaah.
“Kami juga meminta bantuan masyarakat dan rekan sesama jamaah untuk saling mengabari. Jika ada tetangga atau kerabat yang merupakan calon jamaah, tolong sampaikan agenda penting pada tanggal 9 nanti agar informasi ini tidak terputus,” imbaunya.
Pihak Kemenag juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah memercayai informasi dari sumber yang tidak jelas terkait jadwal maupun pungutan tambahan. Seluruh informasi resmi mengenai penyelenggaraan haji hanya dapat diakses melalui Kantor Kemenag maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memiliki izin resmi dari pemerintah. Upaya ini dilakukan demi menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah selama proses persiapan hingga kepulangan nanti.








