Bandar Lampung (Lampost.co): Lima kabupaten di Provinsi Lampung akan menjadi lintasan Survei Seismik 2D Nasional untuk memetakan potensi minyak bumi. Wilayah tersebut meliputi Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.
SKK Migas menargetkan survei seismik 2D nasional tahun 2026 sepanjang 3.882 kilometer. Hingga Januari 2026, SKK Migas belum merealisasikan satu kilometer pun. Survei seismik 2D Lampung–Sumatera Selatan sepanjang 688,5 kilometer berpotensi menyumbang sekitar 17,7 persen terhadap target nasional apabila pelaksana menjalankannya sesuai rencana.
Tim perencana memasukkan lima kabupaten di Lampung serta dua kabupaten di Sumatera Selatan dalam lintasan survei. Kegiatan mencakup 35 kecamatan dan 142 desa dengan jadwal pelaksanaan Desember 2025 hingga Agustus 2026.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, menjelaskan PT Pertamina Hulu Rokan melaksanakan survei seismik 2D untuk meninjau potensi minyak bumi darat (onshore) di Provinsi Lampung. Izin eksplorasi juga sudah ada sejak belasan tahun lalu.
“Izin eksplorasi oleh Pertamina Hulu Rokan merupakan bagian dari wilayah kerja PT Pertamina EP sejak 13 tahun lalu,” kata Febrizal.
Menurutnya, perusahaan menghadapi kendala dalam pelaksanaan eksplorasi pada periode sebelumnya. Kemudian, memulai kembali tahapan eksplorasi pada 2025 setelah merampungkan perizinan dan sosialisasi.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh proses survei seismik 2D di Wilayah Kerja Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel I) pada 2026. Pemerintah provinsi juga menyiapkan sosialisasi di Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur untuk mendukung kelancaran proyek.
Febrizal menyampaikan Gubernur Lampung memberikan dukungan penuh serta menetapkan surat keputusan penggantian tanam tumbuh sebagai dasar sosialisasi yang akan dijalankan perusahaan. Tim juga menjalankan pra-survei dan sosialisasi di tingkat kabupaten. Jadwal Desember 2025 hingga Juni 2026 mencakup kegiatan survei seismik 2D, lalu perusahaan melanjutkan mobilisasi eksplorasi pada Juni–Juli.
Pendekatan ke Perusahaan
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pertamina melakukan pendekatan persuasif kepada perusahaan perkebunan yang berada di wilayah lintasan. Pemerintah daerah menilai proyek ini dapat meningkatkan dana bagi hasil, membuka lapangan kerja, serta memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendorong perekonomian lokal.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida, menjelaskan perusahaan memulai tahapan dengan survei seismik untuk pengambilan data bawah permukaan. Perusahaan akan melanjutkan pengeboran apabila hasil survei menunjukkan prospek yang baik dan ekonomis, lalu mengarah pada produksi.
Eviyanti menyebut perusahaan menjalankan tahapan awal di hampir 180 kilometer lintasan. Perusahaan menargetkan operasi produksi mulai 2032 apabila tim menemukan potensi yang menambah kontribusi migas.
Ia menjelaskan keberadaan cekungan fluida di Lampung memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan kandungan air atau minyak. Tim masih menjalankan survei seismik untuk memperoleh gambaran awal sebelum menentukan lokasi sumur eksplorasi.
Perusahaan menerapkan standar ketat dalam mitigasi risiko sosial dan lingkungan. Manajemen menetapkan prosedur perizinan penggunaan kawasan hutan, pengaturan jarak operasi, serta ketentuan teknis lain sesuai regulasi. Perusahaan juga menjalankan komunikasi dan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat di lima kabupaten dengan jadwal proyek pada pertengahan 2026.
Eviyanti menegaskan perusahaan menyampaikan informasi risiko secara transparan kepada masyarakat. Ia menilai tahapan survei seismik memiliki dampak minimal karena perusahaan hanya mengumpulkan data bawah permukaan.








