May Day merupakan tonggak sejarah perjuangan kelas buruh dunia melawan sistem kapitalisme yang menindas.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Buruh se-Provinsi Lampung menggelar aksi Hari Buruh atau May Day di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Jumat, 1 Mei 2026. May Day adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai.
Aksi yang mengatasnamakan Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) ini terdiri dari persatuan buruh, tani, mahasiswa, nelayan, dan sebagainya. Sementara aksi ini menggaungkan semangat May Day Bersama Rakyat: “Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak, Hidup Layak”.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia – Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN) Lampung, Yohanes Joko Purwanto. “Iya. May Day adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” katanya.
Kemudian ia mengatakan ketidakadilan yang masih berlangsung menuntut adanya perubahan yang mendasar dalam sistem sosial, ekonomi, dan politik. Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menegaskan bahwa perjuangan untuk keadilan tidak dapat tertunda.
“Maka perlu keberanian, solidaritas, dan komitmen bersama. Terutama untuk mendorong perubahan yang berpihak pada buruh dan rakyat,” harapnya.
Baca Juga:
May Day, Buruh di Lampung Padati Tugu Adipura
May Day merupakan tonggak sejarah perjuangan kelas buruh dunia melawan sistem kapitalisme yang menindas. Sejak abad ke-19, buruh telah berjuang menghadapi kondisi kerja yang eksploitatif. Seperti jam kerja panjang, upah rendah, serta represi negara yang berpihak pada kepentingan modal.
Kemudian perjuangan tersebut melahirkan tuntutan universal. Pembatasan jam kerja, perlindungan tenaga kerja, dan pengakuan terhadap hak-hak dasar buruh. Momentum May Day 2026 bukan sekadar peringatan historis. Melainkan titik konsolidasi politik kelas buruh dalam menghadapi krisis multidimensi yang semakin menajam.
Dalam situasi krisis global, gelombang PHK, dan fleksibilitas tenaga kerja yang eksploitatif. Buruh kembali menjadi korban utama dari sistem ekonomi yang tidak adil.
Oleh karena itu, perjuangan hari ini harus ditegaskan pada tiga pilar utama. Yakni upah layak, kerja layak, dan hidup layak sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update