May Day Pengingat Perjuangan Buruh Belum Selesai

May Day merupakan tonggak sejarah perjuangan kelas buruh dunia melawan sistem kapitalisme yang menindas.

Editor Ricky Marly, Penulis Triyadi Isworo
Jumat, 01 Mei 2026 16.50 WIB
May Day Pengingat Perjuangan Buruh Belum Selesai
Buruh se-Provinsi Lampung menggelar aksi Hari Buruh atau May Day di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Jumat, 1 Mei 2026. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Bandar Lampung (Lampost.co)Buruh se-Provinsi Lampung menggelar aksi Hari Buruh atau May Day di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Jumat, 1 Mei 2026. May Day adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai.

Aksi yang mengatasnamakan Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) ini terdiri dari persatuan buruh, tani, mahasiswa, nelayan, dan sebagainya. Sementara aksi ini menggaungkan semangat May Day Bersama Rakyat: “Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak, Hidup Layak”.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia – Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN) Lampung, Yohanes Joko Purwanto. “Iya. May Day adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” katanya.

Kemudian ia mengatakan ketidakadilan yang masih berlangsung menuntut adanya perubahan yang mendasar dalam sistem sosial, ekonomi, dan politik. Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menegaskan bahwa perjuangan untuk keadilan tidak dapat tertunda.

“Maka perlu keberanian, solidaritas, dan komitmen bersama. Terutama untuk mendorong perubahan yang berpihak pada buruh dan rakyat,” harapnya.

Baca Juga:

May Day, Buruh di Lampung Padati Tugu Adipura

May Day merupakan tonggak sejarah perjuangan kelas buruh dunia melawan sistem kapitalisme yang menindas. Sejak abad ke-19, buruh telah berjuang menghadapi kondisi kerja yang eksploitatif. Seperti jam kerja panjang, upah rendah, serta represi negara yang berpihak pada kepentingan modal.

Kemudian perjuangan tersebut melahirkan tuntutan universal. Pembatasan jam kerja, perlindungan tenaga kerja, dan pengakuan terhadap hak-hak dasar buruh. Momentum May Day 2026 bukan sekadar peringatan historis. Melainkan titik konsolidasi politik kelas buruh dalam menghadapi krisis multidimensi yang semakin menajam.

Dalam situasi krisis global, gelombang PHK, dan fleksibilitas tenaga kerja yang eksploitatif. Buruh kembali menjadi korban utama dari sistem ekonomi yang tidak adil.

Oleh karena itu, perjuangan hari ini harus ditegaskan pada tiga pilar utama. Yakni upah layak, kerja layak, dan hidup layak sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Tuntutan May Day 2026:

  1. Sahkan RUU Ketenagakerjaan yang pro buruh dan melibatkan serikat buruh.
  2. Hapuskan sistem kerja fleksibel (kontrak dan outsourcing).
  3. Berikan perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja platform digital, pekerja media, pekerja medis, pekerja maritim, pekerja kebun, tenaga pendidik, dan kurir.
  4. Wujudkan upah layak nasional dan kerja layak bagi buruh.
  5. Hapuskan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja.
  6. Tuntaskan konflik agraria dan wujudkan reforma agraria sejati.
  7. Hentikan intimidasi, represifitas dan kriminalisasi atas kritik rakyat.
  8. Berikan jaminan pendidikan gratis dan kesehatan gratis untuk rakyat.
  9. Sahkan RUU Sisdiknas yang pro rakyat dan melibatkan rakyat.
  10. Usut tuntas kasus Andrie Yunus dan adili pelaku di peradilan umum.
  11. Cabut UU TNI dan kembalikan militer ke barak.
  12. Stop perang, kembalikan Indonesia ke Non Blok dan keluar dari BOP, ART, dan perjanjian militer lainnya.
  13. Cabut HGU PT BSA, kembalikan tanah masyarakat adat.
  14. Batalkan rencana Rindam yang merampas tanah rakyat.
  15. Tuntaskan masalah banjir di Bandar Lampung dan penuhi hak korban banjir.
  16. Sediakan ruang terbuka hijau (ruang publik) bagi masyarakat minimal 30%.
  17. Penuhi hak-hak normatif pekerja BUMD Lampung.
  18. Penuhi seluruh hak-hak buruh PT San Xiong Steel Indonesia.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI