Kalianda (Lampost.co) — Permintaan kulit ketupat menjelang Hari Raya Idulfitri di Pasar Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengalami peningkatan.
Kulit ketupat yang menjadi salah satu pelengkap hidangan khas Lebaran ini mulai banyak diburu masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Kulit ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda atau janur kelapa ini umumnya dijajakan dalam ukuran sedang dengan harga yang relatif terjangkau.
Salah satu pedagang, Sumi, mengaku setiap tahun selalu menjual kulit ketupat saat menjelang Lebaran. Ia menyebut permintaan meningkat dan dagangannya kerap habis dalam waktu singkat.
“Kalau Lebaran saya pasti jual kulit ketupat, karena pasti banyak dicari dan cepat habis,” ujarnya.
Kulit ketupat ia jual dengan harga Rp12 ribu untuk delapan buah. Tingginya minat pembeli membuat dagangannya cepat habis sehingga pembeli agar datang lebih awal.
“Saya jual di harga segitu cepet banget abisnya, jadi harus datang lebih pagi ke pasar biar kebagian,” ungkapnya.
Memenuhi Pesanan Pelanggan
Sementara itu, salah satu pengrajin kulit ketupat, Hudayah, mengatakan dirinya rutin membuat anyaman kulit ketupat setiap menjelang Lebaran.
Ia memproduksi kulit ketupat untuk memenuhi pesanan pelanggan sekaligus dijual langsung di pasar dengan harga Rp6 ribu untuk 10 buah untuk ukuran yang kecil. Harganya bervariatif tergantung ukuran, biasanya ia jual sekitar Rp6-10 ribu.
“Setiap Lebaran saya pasti buat kulit ketupat. Biasanya untuk pesanan, tapi saya juga jual sendiri di pasar,” ujarnya.
Menurutnya, momen menjelang Idulfitri menjadi waktu yang paling mereka nantikan karena permintaan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah, menjelang Lebaran ini ekonomi lebih baik karena permintaan banyak,” tambahnya.
Sudah Menjadi Tradisi
Sementara itu, salah satu pembeli, Anis, mengatakan membeli kulit ketupat sudah menjadi tradisi yang tidak pernah ia lewatkan setiap Lebaran. Meski tidak membeli dalam jumlah banyak, ia tetap merasa perlu menghadirkan ketupat sebagai bagian dari suasana hari raya.
“Biasanya saya selalu beli, walaupun enggak banyak. Yang penting ada, biar nuansa Lebarannya berasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketupat tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan yang erat dengan perayaan Idulfitri. Oleh karena itu, keberadaan kulit ketupat menjadi penting bagi sebagian masyarakat.
Meningkatnya permintaan kulit ketupat di Pasar Bumi Daya menunjukkan bahwa tradisi menyajikan ketupat saat Lebaran masih tetap terjaga di tengah masyarakat.
Selain membuka peluang usaha bagi pedagang dan pengrajin, kondisi ini juga mencerminkan nilai kebersamaan dalam perayaan Hari Raya Idulfitri.
(Intan Tyas/Magang)








