Bandar Lampung (Lampost.co): Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) mencatat peningkatan volume kendaraan melintas yang cukup signifikan menjelang Idulfitri. Meski volume meningkat, arus lalu lintas di ruas tol tetap berjalan lancar tanpa gangguan.
Plt Operation Manager, Andri Dewantoro, mengungkapkan peningkatan mulai terjadi sejak 11 Maret. Hingga 16 Maret, pihaknya mencatat sebanyak 243.501 kendaraan melintas di ruas tol tersebut.
“Dalam enam hari terakhir, kami mencatat 243.501 kendaraan melintas. Jumlah itu meningkat 50 persen dibandingkan volume lalu lintas normal,” ungkapnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Andri memperkirakan jumlah kendaraan akan terus meningkat hingga 19 Maret seiring memasuki puncak arus mudik. Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Tol, I Wayan Mandia, memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026.
“Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret dengan total volume sekitar 4.500 kendaraan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data nasional menunjukkan sekitar 143,9 juta pergerakan masyarakat terjadi selama periode mudik Lebaran tahun ini. Angka tersebut menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi memengaruhi volume lalu lintas di ruas Tol Bakter.
“Penurunan pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi memengaruhi jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, pada periode angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung pada 21 Maret hingga 10 April, pengelola mencatat 1.005.654 kendaraan melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar. Jumlah itu turun tipis sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Lebaran 2024.
Meski demikian, pengelola tol tetap menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi potensi kepadatan, terutama menuju Pelabuhan Bakauheni. Mereka menyiapkan pengaturan lalu lintas melalui berbagai skema.
“Salah satu langkah yang kami siapkan yaitu menerapkan delay system dengan memanfaatkan beberapa rest area sebagai lokasi penahanan sementara kendaraan,” ungkapnya.
Titik Pengendalian
Pengelola menyiapkan rest area di KM 87, KM 49, KM 33, dan KM 20 sebagai titik pengendalian. Mereka menerapkan pengaturan tersebut untuk mengendalikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di kawasan pelabuhan.
Selain itu, pengelola tol memastikan kesiapan operasional menjelang masa mudik. Hingga H-11 Lebaran, mereka telah mencapai tingkat kesiapan operasional sebesar 99,9 persen dengan menyelesaikan seluruh pekerjaan perbaikan mayor.
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, pengelola menyiagakan tim pothole, menyediakan stok material coldmix, serta membentuk taskforce untuk menangani genangan dan aquaplaning di sejumlah titik rawan.
Melalui berbagai langkah tersebut, pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menegaskan komitmennya untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran berlangsung lancar, aman, dan nyaman.








