Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Syariah Perkuat Sektor Riil dan UMKM

Editor Wandi Barboy, Penulis Antaranews
Sabtu, 23 Mei 2026 17.23 WIB
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Syariah Perkuat Sektor Riil dan UMKM
Ilustrasi keuangan syariah. Foto: dok ICDX.

Bandar Lampung (Lampost.co): Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan pengembangan ekonomi syariah dapat memperkuat sektor riil dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Mulyadi mengatakan pemerintah daerah terus mengarahkan kebijakan ekonomi syariah sebagai bagian dari penguatan ekonomi Lampung. Terutama, pada sektor produksi dan sektor riil yang selama ini mendominasi perekonomian daerah.

“Arah kebijakan ekonomi syariah harus menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah. Sebab, ada dua sektor yang terus kami tingkatkan, yakni sektor riil dan produksi yang mendominasi ekonomi daerah,” ujar Mulyadi di Bandar Lampung, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong ekonomi syariah agar mampu memperkuat sektor produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat. Menurut dia, langkah tersebut memerlukan edukasi dan perluasan literasi ekonomi serta keuangan syariah kepada masyarakat.

“Karena itu, kami terus memperluas edukasi dan memperkenalkan ekonomi serta keuangan syariah. Hal itu agar kebijakan yang menjadikan ekonomi syariah sebagai instrumen penguatan sektor riil dapat berjalan maksimal,” katanya.

Mulyadi menambahkan pemerintah daerah juga akan memperkuat literasi ekonomi syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam membangun ekosistem halal value chain atau rantai pasok halal.

Menurut dia, strategi halal value chain dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.

“Kami ingin halal value chain menjadi ekosistem yang memberi manfaat ganda bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Perkuat Rantai Pasok

Ia menjelaskan pemerintah daerah akan memperkuat rantai pasok halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk lokal memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi di pasaran.

Mulyadi mencontohkan usaha bakso dapat masuk dalam rantai pasok halal dengan memastikan rumah pemotongan hewan, proses penyembelihan, hingga kebersihan dan kesehatan ternak telah memenuhi standar sertifikasi halal.

“Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman saat mengonsumsi produk tersebut. Ekosistem seperti ini yang harus terus tumbuh di Provinsi Lampung,” katanya.

Selain melibatkan UMKM, Mulyadi juga mendorong pondok pesantren ikut berperan dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah. Menurut dia, pondok pesantren dapat terlibat sebagai produsen, distributor, maupun konsumen dalam ekosistem rantai pasok halal.

“Kami optimistis ekonomi Lampung dapat terus meningkat melalui berbagai langkah, salah satunya dengan memperkuat ekonomi syariah di daerah,” ujarnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI