Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang pro rakyat. Kebijakan ini mulai dari diskon angkutan udara dan kereta api, diskon tarif tol, hingga program mudik gratis.
“Kebijakan tersebut diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo.
Kemudian ia mengatakan bahwa pada Lebaran sebelumnya terjadi kenaikan pergerakan penumpang sekitar 10 persen di seluruh moda transportasi. Namun tantangan terbesar tetap berada di sektor penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.
Ia menjelaskan, pada periode puncak, lonjakan penumpang di Bakauheni bisa meningkat berkali lipat dari pada hari normal. Untuk itu, strategi delaying system melalui 10 titik buffer zone di jalan tol dan arteri disiapkan untuk mengendalikan arus kendaraan menuju pelabuhan.
Selain itu, penerapan geofencing dan tiket elektronik Ferizy akan pemerintah perkuat. Dengan sistem ini, kendaraan yang belum memiliki tiket tidak dapat memasuki area pelabuhan dalam radius tertentu.
“Dengan geofencing, pelabuhan menjadi lebih tertib dan bersih dari praktik calo. Kendaraan yang masuk sudah pasti memiliki tiket,” ujar Bambang.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan melalui survei nasional, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 prediksinya mencapai 143,91 juta orang.
Lampung sendiri diperkirakan menjadi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan potensi 778.000 orang. Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan melayani sekitar 813.000 penumpang sebagai pelabuhan asal dan 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan.
Baca Juga:
Layanan Penyeberangan Laut Terapkan Diskon dan Single Tarif
Diskon Tarif Lebaran 2026
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan stimulus diskon tarif Lebaran 2026.
Menko Airlangga mengatakan, pada angkutan udara, terdapat diskon tarif tiket rute domestik kelas ekonomi sebesar 17-18 persen untuk periode penerbangan 14-29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
Kemudian pada angkutan laut, terdapat diskon tarif jasa kepelabuhanan pada angkutan penyeberangan sebesar 100 persen. Diskon tersebut berlaku pada periode 12-31 Maret 2026 dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Lebih lanjut, pada kapal penumpang, terdapat diskon 30 persen dari tarif dasar pada periode 11 Maret-5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang.
Sedangkan pada moda perkeretaapian, terdapat diskon 30 persen pada periode 14-29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.
”Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN,” sebut Menko Airlangga.








