Warga Keluhkan Jalan Way Haru yang Tidak Kunjung Dibangun

Editor Wandi Barboy, Penulis Salda Andala
Sabtu, 23 Mei 2026 16.55 WIB
Warga Keluhkan Jalan Way Haru yang Tidak Kunjung Dibangun
Kondisi jalan di Way Haru, Pesisir Barat, beberapa waktu lalu. (Dokumentasi Warga)

Warga Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, kembali menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi jalan penghubung wilayah mereka yang hingga kini belum tersentuh pembangunan memadai, Sabtu, 23 Mei 2026.

Way Haru yang berada di ujung selatan Pesisir Barat menjadi tempat tinggal sekitar enam ribu jiwa yang tersebar di empat pekon. Warga setempat telah menetap di kawasan itu jauh sebelum penetapan kawasan hutan oleh pemerintah. Namun, hingga kini, masyarakat masih menghadapi persoalan akses jalan rusak.

Setiap musim pemilu, jalan Way Haru selalu masuk dalam janji kampanye para calon kepala daerah. Sejumlah pejabat dan tokoh politik datang menawarkan pembangunan serta perbaikan infrastruktur, termasuk Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang sempat mengunjungi wilayah tersebut.

Para politikus menjanjikan kemajuan dan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat. Namun setelah pemilu usai, pembangunan tersebut tidak kunjung terealisasi. Warga tetap menghadapi jalan berlumpur, rusak, dan terjal setiap hari.

Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terus terganggu. Anak-anak harus melewati medan berat untuk pergi ke sekolah. Petani juga kesulitan membawa hasil panen keluar daerah karena tingginya biaya angkut akibat akses jalan yang buruk.

Warga Way Haru, Ruskan, mengaku jenuh dengan janji politik yang terus berulang tanpa realisasi nyata. Menurut dia, buruknya akses jalan membuat hasil pertanian dan hasil laut sulit dijual karena biaya transportasi sangat mahal.

“Hasil panen di sini padi dan hasil laut rata-rata kami konsumsi sendiri. Kalau dijual malah tekor karena biaya ongkos lebih mahal daripada hasil panen akibat jalan yang terjal,” katanya.

Pembangunan Merata

Ruskan berharap pemerintah menghadirkan pembangunan yang merata hingga daerah terpencil, bukan hanya memprioritaskan wilayah perkotaan dan daerah yang sudah berkembang.

“Bayangkan, jarak ke jalan raya hanya dua belas kilometer, tetapi perjalanan menggunakan sepeda motor bisa mencapai dua jam,” ujarnya.

Bagi masyarakat Way Haru, jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan menjadi akses utama untuk pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi mereka. Karena itu, warga berharap pemerintah benar-benar merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini hanya berhenti sebagai janji politik.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI