Kotaagung (Lampost.co) – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Tanggamus, Selasa, 29 Juli 2025 merugikan warga. Bencana karena hujan deras sejak Senin 28 Juli 2025 malam ini menyebabkan kerusakan besar pada enam kecamatan. Terdata, 688 rumah rusak dan 259 warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman.
Meski air telah surut, dampak bencana masih sangat terasa. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus pada Rabu, 30 Juli 2025. Tercatat selain pemukiman warga, banjir dan longsor turut merusak berbagai infrastruktur vital dan lahan pertanian.
“Banjir menyebabkan kerusakan berbagai infrastruktur seperti 143,5 hektar sawah, 10 hektar kebun, 2.260 meter tanggul jebol, 2 sekolah dasar, 2 masjid dan 1 kantor desa,” kata, Kepala BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material sangat besar dan butuh waktu serta biaya besar untuk pemulihan. Sementara tiga pekon terparah meliputi Sopoyono, Banding, dan Sri Katon
Kemudian rinciannya yakni Pekon Sopoyono, Kecamatan Wonosobo sekitar 100 rumah terendam, dan 200 warga mengungsi. Lalu Pekon Banding, Bandar Negeri Semuong sekitar 200 rumah terdampak, dan tanggul jebol sepanjang 700 meter. Selanjutnya Pekon Sri Katon, Semaka, longsor menghantam saluran irigasi dan merusak lahan pertanian.
Tim Gabungan
Sementara itu, Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, dan relawan telah bergerak mendatangi lokasi bencana. Mereka mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan alat berat, membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta mendirikan dapur umum dan posko pengungsian.
Kepala BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Selanjutnya ada 13 Pekon dan 6 Kecamatan terdampak. Pada Kecamatan Semaka. Pekon Kanoman ada 100 rumah terdampak, tanggul jebol 1.000 meter. Lalu Pekon Srikaton ada longsor menimpa rumah dan 30 hektare sawah rusak. Kemudian Pekon Karang Rejo & Pardawaras ada jalan rusak dan lahan pertanian terdampak.
Kemudian Kecamatan Bandar Negeri Semuong, pada Pekon Banding & Gunung Doh ada 200 rumah terdampak dan tanggul jebol 700 meter. Lalu Pekon Raja Basa & Atar Lebar ada 100 rumah terdampak.
Lalu Kecamatan Wonosobo, pada Pekon Sopoyono ada 200 jiwa mengungsi. Kemudian Pekon Sampang Turus ada jembatan rusak, dan kantor desa terdampak. Selanjutnya Pekon Way Panas ada rumah tertimbun longsor. Sementara Kelumbayan, Kotaagung Barat, dan Cukuh Balak masih dalam proses asesmen kerusakan.
Sementara itu, bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan alat kesehatan mulai tersalurkan ke titik-titik pengungsian. Pemerintah daerah juga mengaktifkan jalur koordinasi cepat antarinstansi guna mempercepat proses penanganan.
Kemudian Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor atau luapan air.
“Kami minta warga tidak ragu untuk melapor jika melihat potensi bahaya. Keselamatan adalah yang utama,” tegas Irvan Wahyudi.