Kotaagung (Lampost.co) — Banjir yang melanda tiga pekon di Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus, mulai surut pada Selasa, 14 April 2026. Meski kondisi berangsur membaik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus langsung bergerak cepat menindaklanjuti dampak yang ditinggalkan.
Tanggul Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Tim BPBD turun ke lokasi untuk melakukan asesmen setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sehari sebelumnya. Hasil pendataan menunjukkan Pekon Banding, Gunung Doh, dan Rajabasa menjadi wilayah terdampak paling parah.
Di Pekon Banding, talud penahan tebing sepanjang 100 meter jebol. Banjir merendam sekitar 15 rumah yang dihuni 70 jiwa serta menggenangi lima hektare sawah. Kondisi serupa terjadi di Pekon Gunung Doh, dengan kerusakan talud sepanjang 100 meter dan dampak pada 20 rumah yang dihuni lebih dari 100 jiwa.
Sementara itu, di Pekon Rajabasa, banjir merendam 43 rumah dengan sekitar 200 jiwa terdampak akibat luapan Sungai Way Semuong.
“Kami terus memperbarui data dan memastikan penanganan berjalan maksimal” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, 14 April 2026.
Ia memastikan kondisi air saat ini sudah surut, namun penanganan pascabanjir tetap menjadi prioritas. BPBD menyiapkan langkah lanjutan dengan memperbaiki tanggul yang jebol. Selain itu, pemasangan bronjong juga menjadi opsi untuk memperkuat bantaran sungai agar mampu menahan debit air saat hujan deras kembali terjadi.
BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat guna mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.









