Bandar Lampung (Lampost.co) — Kegiatan Ijtima’ Ulama Dunia di Kota Baru membawa berkah besar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Lampung.
Sejak masa persiapan hingga hari puncak, aktivitas ekonomi meningkat drastis berkat kedatangan ratusan ribu jemaah dari berbagai provinsi hingga mancanegara.
Di kawasan sekitar lokasi acara, ratusan pedagang kuliner, kios kebutuhan harian, hingga penjual makanan siap saji dipadati pengunjung. Media sosial pun dipenuhi unggahan jemaah yang memperlihatkan aktivitas berbelanja dan menikmati kuliner khas Lampung.
Siti Aminah (42), pemilik warung makan rumahan di kawasan Jati Agung, mengaku omzetnya melonjak tajam.
“Biasanya saya cuma habis 5–7 kilo beras per hari. Sejak acara dimulai, sehari bisa habis 25 kilo. Omzet naik hampir empat kali lipat. Alhamdulillah, ini rezeki besar buat kami,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Joko Pranoto (29), pedagang minuman segar keliling.
“Kalau hari biasa jual paling 70–100 gelas. Sekarang bisa tembus 300 gelas dalam sehari. Banyak jemaah yang cari minuman dingin karena cuaca panas. Kami benar-benar merasakan dampaknya,” katanya.
Keduanya berharap kegiatan serupa terus terlaksana di Lampung karena memberikan efek langsung pada ekonomi rakyat kecil.
Capai Rp9 Miliar
Estimasi sederhana menunjukkan dampak yang luar biasa. Jika satu jemaah mengeluarkan minimal Rp30 ribu per hari untuk konsumsi. Maka dengan asumsi 300 ribu jemaah, perputaran uang mencapai Rp9 miliar per hari atau Rp27 miliar selama tiga hari hanya dari sektor makanan.
Angka itu belum termasuk transaksi dari kebutuhan harian, transportasi, logistik, penyewaan tenda, hingga pasar rakyat.
Sektor transportasi juga menikmati lonjakan permintaan. Ojek online, angkutan desa, hingga penyewa kendaraan melaporkan peningkatan pesanan signifikan.
Akomodasi di Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandar Lampung mencatat kenaikan okupansi. Moda transportasi darat, laut, dan udara turut mengalami lonjakan penumpang selama kegiatan berlangsung.
Baik pedagang maupun warga menilai kegiatan berskala besar seperti Ijtima’ Ulama berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Kami berharap Lampung bisa sering mengadakan event besar seperti ini, soalnya dampaknya langsung terasa bagi kami pelaku UMKM,” ujar Siti.
Kegiatan ini membuktikan bahwa aktivitas keagamaan berskala besar tidak hanya bernilai spiritual. Tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Lampung.








