Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah dan stakeholder terkait dituntut untuk memberikan pelayanan prima dalam menyambut mobilitas masyarakat di Provinsi Lampung. Terutama keselamatan masyarakat ketika periode arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2026M/1447H.
Sementara untuk di Provinsi Lampung, infrastruktur jalan, jembatan dan transportasi umum masih menjadi sorotan. Apalagi mengenai infrastruktur jalan yang masih banyak bergelombang, berlubang bahkan rusak parah. Belum
“Ini yang harus menjadi koreksi bagi Pemerintah Provinsi Lampung maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Karena yang utama dalam pelayanan transportasi harus didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai,” kata Pengamat Transportasi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Abi Berkah Nadi, Senin, 23 Februari 2026.
Kemudian ia mengatakan keselamatan dan kenyamanan perjalanan pengendara harus menjadi hal yang utama. Apalagi kerusakan jalan di wilayah Provinsi Lampung selalu menjadi viral di berbagai platform media.
“Ini harus menjadi sorotan penting pemerintah untuk segera memperbaiki jalur yang dilalui para pemudik.” kata Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Lampung ini.
Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya adalah dukungan integrasi moda angkutan umum seperti bus, kereta api, kapal feri dan pesawat terbang. Apalagi angkutan umum seperti bus antar kota dalam provinsi (AKAB) yang sangat minim dan kurang nyaman.
“Jadi sebaiknya saat menjelang lebaran, Pemerintah Provinsi Lampung terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk memberikan pelayanan angkutan umum. Agar bisa menciptakan mudik aman, nyaman dan lancar,” katanya.
Kebijakan Stimulus Tarif Angkutan
Kemudian ia juga menyambut baik adanya kebijakan pemerintah terkait stimulus diskon tarif Lebaran 2026. Diskon tersebut untuk angkutan udara, angkutan laut, moda perkeretaapian, bahkan program mudik gratis.
“Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk diskon tarif angkutan lebaran saat arus mudik maupun arus balik. Pasti akan disambut antusias bagi para masyarakat Indonesia yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik,” katanya.
Kebijakan tersebut harapannya bisa memberikan keringanan bagi masyarakat. Tetapi jangan sampai dengan adanya diskon tarif tersebut akan memberikan dampak kenaikan harga saat menjelang Idul fitri. Karena berdasarkan evaluasi beberapa tahun harga tarif angkutan umum selalu melonjak tinggi menjelang hari Idul fitri untuk arus mudik maupun arus balik.
“Harus ada monitoring ketat dari pemerintah agar persaingan harga tarif angkutan umum bisa ideal normal tanpa adanya kenaikan harga,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan stimulus diskon tarif Lebaran 2026. Menko Airlangga mengatakan, pada angkutan udara, terdapat diskon tarif tiket rute domestik kelas ekonomi sebesar 17-18 persen untuk periode penerbangan 14-29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.
Kemudian pada angkutan laut, terdapat diskon tarif jasa kepelabuhanan pada angkutan penyeberangan sebesar 100 persen. Diskon tersebut berlaku pada periode 12-31 Maret 2026, dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Lebih lanjut, pada kapal penumpang, terdapat diskon 30 persen dari tarif dasar pada periode 11 Maret-5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang. Sedangkan pada moda perkeretaapian, terdapat diskon 30 persen pada periode 14-29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.
”Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN,” sebut Menko Airlangga.








