Bandar Lampung (Lampost.co)- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa Provinsi Lampung memegang peranan krusial sebagai simpul utama pembangunan nasional. Hal tersebut dia sampaikan dalam ajang Lampung Post Executive Forum di Hotel Emersia, Selasa, 14 April 2026.
Wiyagus mengungkapkan ikatan emosionalnya dengan Bumi Ruwa Jurai. Ia mengaku bahwa sejak menjabat sebagai Kapolda Lampung. Dia senantiasa bercita-cita untuk memberikan peran nyata bagi kemajuan daerah ini.
Baca juga: Gubernur Lampung Ajak Semua Pihak Bersatu, Genjot Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
“Provinsi Lampung adalah simpul penting pembangunan nasional. Sejak beberapa tahun lalu, kebutuhan pangan Jakarta ditopang oleh Lampung. Setiap langkah pembangunan di sini merupakan bagian dari orkestrasi nasional,” ujar Wiyagus yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2022 itu.
Ketahanan Daerah dan Penyelarasan Asta Cita
Dalam arahannya, Wamendagri menekankan bahwa ketahanan daerah adalah fondasi ketahanan nasional. Ia menyebut Lampung sebagai daerah yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik yang memengaruhi geoekonomi. Menurutnya, kepala daerah harus jeli memikirkan pengaruh global terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
“Pembangunan daerah harus selaras dengan pusat dan sejalan dengan Asta Cita. Lampung beruntung memiliki 1,8 juta hektare lahan dengan komoditas strategis seperti jagung, padi, hingga singkong. Ini adalah modal kuat ketahanan negara,” lanjut penerima penghargaan Hoegeng Awards 2022.
Capaian Ekonomi di Atas Nasional
Wamendagri juga memaparkan data impresif terkait indikator makro Lampung tahun 2025:
- Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 4,21 persen, lebih baik dibandingkan nasional (4,85 persen).
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Tercatat sebesar 73,98.
Meski demikian, Wiyagus memberikan catatan khusus pada angka kemiskinan Lampung yang masih berada di level 9,66 persen, di atas rata-rata nasional (8,25 persen). “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama yang harus segera kita selesaikan,” tegasnya.
Digitalisasi dan Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas
Sejalan dengan program efisiensi pemerintah pusat, Wamendagri mendorong penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Langkah-langkah seperti rapat daring, penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN, hingga efisiensi kendaraan dinas menjadi fokus utama untuk menciptakan birokrasi yang lincah.
Di era bonus demografi, penguatan SDM menjadi harga mati. Wiyagus menyebutkan sejumlah program prioritas pusat yang harus mendapat dukungan. Mulai dari cek kesehatan gratis, pengentasan stunting, hingga program “Sekolah Rakyat”.
“Semua ini adalah upaya membangun SDM untuk Indonesia Emas 2045. Hal ini dapat dukungan dengan pembangunan infrastruktur di Lampung yang cukup besar. Di mana 62,2 persen anggarannya didominasi untuk sektor pekerjaan umum guna menopang mobilitas dan logistik,” pungkasnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News









