• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 31/03/2026 02:15
Jendela Informasi Lampung
  • Lampung Selatan
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • Lampung Selatan
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung

Warga Suoh Desak Tim Satgas Serius Tangani Harimau Pemangsa Warga

Adi SunaryoEliyahbyAdi SunaryoandEliyah
12/03/24 - 11:10
in Lampung, Lampung Barat
A A
Satgas penanganan konflik satwa harimau di Suoh beberapa hari lalu memasang perangkap.

Satgas penanganan konflik satwa harimau di Suoh beberapa hari lalu memasang perangkap.

ADVERTISEMENT

Liwa (Lampost.co): Anggota DPRD Lampung Barat asal Suoh dan Bandarnegeri Suoh, Sugeng, sekaligus mewakili masyarakat, meminta agar tim satuan tugas (satgas) penanganan satwa liar, untuk mengambil tindakan tegas karena harimau telah memakan dua korban jiwa dan satu orang luka-luka.

“Supaya tidak ada korban lagi. Maka kami minta tidak ada jalan lain selain menangkap harimau itu hidup atau mati,” kata Sugeng, Selasa, 12 Maret 2024.

Menurutnya, upaya penangkapan harimau menggunakan perangkap tidak efektif. Walaupun sudah empat perangkap yang terpasang dengan waktu yang telah mencapai sebulan, tidak membuahkan hasil.

“Upaya penanganan evakuasi harimau pemangsa manusia sudah sebulan berjalan, tapi belum berhasil. Penangkapan dengan cara pemasangan perangkap itu tidak efektif, terlebih saat ini korban sudah bertambah lagi,” kata Sugeng.

Ia menilai, tim Satgas harus melakukan penanganan harimau dengan cara apapun, supaya segera tertangkap sehingga tidak menimbulkan korban lagi.

Menurutnya, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan. Pertama, memasang jerat di setiap jalur perlintasan. Ketika harimau itu berhasil terkena jerat, maka jerat lainya ditarik kembali.

“Upaya kedua, yaitu memburu dengan cara menembak langsung. “Misalnya
menggunakan tembak bius. Ketiga, jika harimau itu dirasa telah mengancam nyawa maka Satgas bisa menembak mati,” kata dia.

Namun jika ingin harimau tertangkap hidup-hidup, lanjut dia, maka jalan terbaiknya adalah menembak bius. Kemudian melakukan evakuasi untuk pemindahan.

“Beberapa upaya ini, kami yakin bisa secepatnya berhasil. Apalagi jika tim Satgas itu sudah mengetahui di mana jejak dan titik lokasi keberadaan harimaunya,” tambah Sugeng.

Dia berharap tidak ada masyarakat yang menjadi korban mangsa harimau lagi. Karena itu, pihaknya meminta agar tim Satgas lebih serius lagi dalam menangani konflik harimau dan manusia ini.

“Jangan lah, seolah-olah nyawa harimau lebih berharga dari pada nyawa manusia. Sehingga melakukan upaya penanganan hanya melalui perangkap saja. Nyatanya hanya menghabiskan energi dan waktu. Sementara harimaunya tetap bebas bergerak,” kata dia.

Warga Berkebun untuk Memenuhi Kebutuhan Ekonomi

Sementara itu, terkait imbauan masyarakat untuk tidak pergi berkebun untuk semantara waktu, hal itu dirasa juga bukan pilihan tepat. “Karena ini berkaitan dengan kebutuhan ekonomi. Apalagi, ekonomi petani ini hanya mengandalkan dari hasil berkebun. Terlebih saat ini harga kopi juga sedang mahal,” ujarnya.

“Jadi, petani saat ini pergi ke kebun itu karena memetik kopi dan mengejar harga kopi yang sedang bagus ini,” lanjut dia.

Sugeng menilai soal lahan garapan warga yang masih berstatus kawasan TNBBS, juga tidak bisa memungkiri persoalan ekonomi warga untuk hidup dan kemanusiaan.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News.

Tags: berita lampung baratHarimau SumatraheadlineKonflik Harimau
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Tugu perbatasan

Daya Tarik Ikonik Perbatasan Lampung Selatan Pikat Pemudik

byDelima Napitupulu
30/03/2026

Kalianda (lampost.co)--Tugu perbatasan yang memisahkan wilayah Lampung Selatan dengan Bandar Lampung kembali menjadi magnet bagi para pelintas selama periode arus...

Dermaga Bom

Pedagang Dermaga Bom Hadapi Kondisi Penurunan Pengunjung

byDelima Napitupulu
30/03/2026

Kalianda (lampost.co)--Aktivitas pariwisata di Dermaga Bom Kalianda menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memberikan dampak langsung terhadap...

Polisi melakukan kegiatan pengamanan strategis, Minggu, 29 Maret 2026, di Wisata Waterboom Taman Bahagia, Kecamatan Menggala Timur. Dok Polisi

Polisi Pastikan Wisatawan Liburan Aman dan Nyaman

byTriyadi Isworo
30/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Tidak ada kata lelah untuk melindungi dan melayani masyarakat. Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tulang...

Berita Terbaru

Badan Gizi Nasional Perkuat MBG, Fokus Anak 3T dan Wilayah Rawan Stunting
Humaniora

Badan Gizi Nasional Perkuat MBG, Fokus Anak 3T dan Wilayah Rawan Stunting

byAtikaand1 others
30/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Gizi Nasional menetapkan Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa selama lima hari sekolah setiap pekan....

Read moreDetails
MBG Jadi Motor Transformasi Peternakan Nasional

MBG Jadi Motor Transformasi Peternakan Nasional

30/03/2026
Tugu perbatasan

Daya Tarik Ikonik Perbatasan Lampung Selatan Pikat Pemudik

30/03/2026
Dermaga Bom

Pedagang Dermaga Bom Hadapi Kondisi Penurunan Pengunjung

30/03/2026
Polisi melakukan kegiatan pengamanan strategis, Minggu, 29 Maret 2026, di Wisata Waterboom Taman Bahagia, Kecamatan Menggala Timur. Dok Polisi

Polisi Pastikan Wisatawan Liburan Aman dan Nyaman

30/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Lampung Selatan
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.