Bandar Lampung (Lampost.co)— Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung kembali menunjukkan kiprah globalnya melalui penyelenggaraan International Seminar yang menggandeng University of Economics and Finance (UEF), Ho Chi Minh City, Vietnam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi internasional bersama International Financial Management and Accounting (IFMA) serta didukung oleh Subdit Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha (Subdit Perti) Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI.
Baca juga: STIAB Jinarakkhita Lampung Raih Akreditasi Empat Jurnal Ilmiah dari Kemendiktisaintek
Mengangkat tema “Exploring ESG: Shaping Future Leaders”, seminar ini menyoroti pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi dalam membentuk pemimpin masa depan yang adaptif dan berdaya saing global.
Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung, Dr. Burmansah, M.Pd, menegaskan bahwa ESG kini menjadi isu strategis yang tidak bisa diabaikan oleh dunia pendidikan maupun bisnis.
“ESG bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai keynote speaker, Dr. Suwanto, M.M., M.Pd. menekankan bahwa penerapan ESG harus dimulai dari sektor pendidikan melalui penguatan karakter, tata kelola yang baik, serta integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam sistem pembelajaran.
Ia menyoroti bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak pemimpin yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kesadaran sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, konsep ESG harus diinternalisasikan dalam kurikulum, budaya organisasi, hingga praktik manajerial di kampus.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tata kelola (governance) yang transparan, akuntabel, dan beretika menjadi kunci dalam menciptakan institusi pendidikan yang berkelanjutan dan dipercaya publik.
Sementara itu, pembicara internasional Mr. Hoang Tran Quang Duong (Daniel), MBA dari Vietnam memaparkan bahwa ESG telah berkembang menjadi standar global dalam dunia bisnis. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing organisasi.
Dalam paparannya, Daniel menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus mampu menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ia juga menyoroti meningkatnya tuntutan transparansi dan pelaporan keberlanjutan dari berbagai pemangku kepentingan.
Di lain waktu, Ketua Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha, Dr. Hendri Ardianto, M.Pd, selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi kampus.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif global kepada mahasiswa. Kami ingin lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi ESG, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang dalam bentuk program pertukaran mahasiswa, riset bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis global.
Penyelenggaraan seminar internasional ini sekaligus menjadi bukti bahwa STIAB Jinarakkhita Lampung terus memperluas jejaring globalnya dan berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, etika, dan tanggung jawab terhadap lingkungan global.






