Bandar Lampung (Lampost.co)— Civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia kembali memakmurkan Masjid Asmaul Yusuf Teknokrat dengan melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah pada malam ke-15 Ramadan, Selasa malam.
Rektor UTI, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., hadir langsung bersama jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB, pengurus BEM FEB, HIMA Manajemen dan Akuntansi, Tim PUSTIK, serta mahasiswa penerima KIP-K dan Beasiswa Yayasan (IBATEK) turut meramaikan saf-saf salat.
Baca juga: Kultum Ramadan di Teknokrat: Puasa Latih Kesabaran dan Perkuat Takwa
Kehadiran para pimpinan dan mahasiswa tersebut menunjukkan komitmen kampus dalam membangun budaya religius yang seimbang dengan prestasi akademik. Jamaah memenuhi masjid dengan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan.
Pengisi kuliah tujuh menit (kultum), Alfi Azaria Roja yang juga Ketua UKMI dari Program Studi Informatika, mengajak jamaah memanfaatkan sisa Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan kampus.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial. Kampus harus menjadi ruang tumbuhnya karakter dan akhlak mulia,” ujar Alfi dalam kultumnya.
Wakil Rektor Teknokrat Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. menegaskan bahwa kegiatan keagamaan di Masjid Asmaul Yusuf menjadi bagian dari pembinaan karakter mahasiswa.
“Kami mendorong seluruh civitas akademika untuk memakmurkan masjid, tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga dalam keseharian. Kampus tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak dan memiliki kepedulian spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam salat berjamaah mencerminkan sinergi yang kuat antara nilai keilmuan dan nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap suasana Ramadan semakin mempererat kebersamaan antar civitas akademika sekaligus memperkuat identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan keseimbangan intelektual dan spiritual.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










