Kalianda (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung komit menjaga stabilitas kesehatan masyarakat selama musim mudik Lebaran 1447 Hijriah. Sebanyak 74 pos kesehatan siaga di berbagai wilayah strategis untuk melayani para pemudik mulai 13 hingga 31 Maret 2026.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjelaskan bahwa penempatan posko kesehatan ini difokuskan pada area dengan tingkat kepadatan tinggi. Lokasi tersebut mencakup pelabuhan, stasiun, terminal, tempat ibadah, kawasan wisata, hingga area istirahat (rest area) di sepanjang jalur mudik.
“Kami telah mengoperasikan 74 posko kesehatan untuk memantau jalur yang dilintasi masyarakat. Khusus di wilayah Lampung Selatan, terdapat 14 pos kesehatan yang siap memberikan pelayanan intensif,” ujar Mirza saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, awal pekan ini.
Layanan yang tersedia di posko-posko tersebut meliputi:
-
Konsultasi & Pemeriksaan: Pengecekan kondisi fisik umum bagi pemudik yang kelelahan.
-
Tindakan Darurat: Pertolongan pertama pada kecelakaan atau kondisi kegawatdaruratan medis.
-
Sistem Rujukan: Stabilisasi kondisi pasien sebelum evakuasi ke rumah sakit terdekat.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kasus medis berat, Pemerintah Provinsi Lampung secara khusus menyediakan fasilitas Mini ICU di Pelabuhan Bakauheni. Kehadiran unit reaksi cepat ini ditujukan untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan medis intensif secara mendadak di area pelabuhan sebelum dilakukan rujukan lebih lanjut.
Sinergi Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah mempererat kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BPJS Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta aparat kepolisian. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat, responsif, dan mudah dijangkau selama perjalanan berlangsung.
Upaya ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Lampung untuk mewujudkan perjalanan mudik yang tidak hanya lancar secara arus lalu lintas, tetapi juga aman dari sisi kesehatan dan keselamatan jiwa. (ANT)








