Jakarta (lampost.co)–Pemerintah menetapkan batas zona bahaya aktivitas masyarakat pada radius tujuh kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Senin pagi, 4 November 2024.
Pemerintah menetapkan status dari level III menjadi level IV (Awas).
“Kami rekomendasikan jangan ada aktivitas apapun dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi,” kata Kepala Badan Geologi M Wafid di Jakarta.
Badan Geologi menjabarkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi dalam beberapa hari terakhir.
Hingga Jumat, 1 November 2024 erupsi dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500-2.000 meter di puncak.
Pada periode ini juga terekam gempa getaran banjir yang terjadi di Desa Dulipali, Kecamatan Ille Bura, Flores Timur.
Pemkab Flores Timur melaporkan sembilan orang meninggal dunia di Kecamatan Walanggitang akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki ini.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi di Desa Pululera, Kecamatan Walanggitang mendapati adanya tumpukan material lava pada bagian timur laut yang pergerakannya sangat lambat.
Dari citra satelit Sentinel 2 juga terlihat material yang berpotensi menjadi lahar di area utara dan timur kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.
Hasil pengukuran petugas menggunakan drone tercatat jarak aliran lava berada di sekitar 4,3 km dari pusat kawah gunung api itu. Pengaruh kemiringan lereng dan suhu lava yang masih tinggi memungkinkan lava bergerak meskipun sangat perlahan.
Di saat yang sama juga tercatat kenaikan gempa vulkanik dalam dan dangkal, yakni sebanyak 119 kali gempa vulkanik dalam.
Kemudian, 19 gempa vulkanik dangkal dan 6 kali gempa tremor harmonik yang berlanjut sampai Sabtu, 2 Nove,ber 2024.
Sebelumnya jumlah vulkanik dalam rata-rata 10-12 kali dalam sehari. Gempa frekuensi rendah masih terekam pada periode ini mengindikasikan adanya aliran magma menuju permukaan.
Masyarakat di radius tujuh kilometer atau lebih dekat, harus waspada potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir dan Nobo.








