Prabowo Pertajam Arah Kebijakan 2026 di Retret Hambalang

Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan alasan penyelenggaraan retret kedua di Hambalang, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.

Editor Triyadi Isworo, Penulis Antaranews
Selasa, 06 Januari 2026 23.23 WIB
Prabowo Pertajam Arah Kebijakan 2026 di Retret Hambalang
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar/pri

Bogor (Lampost.co) — Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan alasan penyelenggaraan retret kedua di Hambalang, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Ini sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah awal tahun 2026.

Kemudian dalam taklimat yang tersampaikan pada Padepokan Garuda Yaksa. Kepala Negara menyatakan bahwa pertemuan tersebut terancang untuk memberikan pembekalan. Sekaligus refleksi bersama atas perjalanan pemerintahan.

“Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu. Selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita ketika dinamika dan gejolak dunia,” katanya.

Kemudian Presiden Prabowo menyampaikan bahwa retret kali ini memiliki beberapa pertimbangan utama. Pertama, sebagai forum evaluasi atas kinerja pemerintah sepanjang tahun sebelumnya.

Selain itu, kata Presiden, retret ini untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kondisi bangsa. Apalagi saat ini terjadi dinamika dan gejolak global yang terus berkembang.

Langkah Terukur

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya memandang ke depan dengan menetapkan langkah-langkah strategis. Serta sasaran yang harus tercapai pada tahun berjalan. Menurut Prabowo, arah kebijakan yang jelas dan terukur menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Kemudian dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung sejumlah cobaan yang terhadapi bangsa. Termasuk bencana alam yang melanda beberapa daerah. Seperti terjadi pada Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Selanjutnya ia menilai situasi tersebut menjadi pengingat nyata akan kompleksitas persoalan yang harus terhadapi pemerintah. Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rangkaian tantangan tersebut justru memperlihatkan kekuatan negara.

Lalu ia menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dan terus membuktikan kemampuannya dalam menghadapi berbagai krisis. Baik kepada rakyat maupun kepada para pemangku kepentingan.

“Kita telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita dan sesungguhnya kepada diri kita sendiri, kepada elit kita. Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan. Kita memahami itu dan kita telah membuktikan itu tahun 2025 dan akan kita buktikan tahun 2026 ini,” ujarnya.

Kemudian Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjalani retret. Lokasinya terpusat pada kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Agenda ini menjadi retret kedua yang tergelar Kepala Negara setelah pembekalan ‘The Military Way’ di Akademi Militer Magelang pada Oktober 2024.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI