• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 30/01/2026 01:37
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hukum

Putusan Harvey Moeis Cederai Keadilan

Perkara korupsi Harvey Moeis  tata niaga timah di PT. Timah Tbk 2019-2022 masih bergulir pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Triyadi IsworoMedia IndonesiabyTriyadi IsworoandMedia Indonesia
27/12/24 - 21:41
in Hukum, Kriminal, Nasional
A A
Harvey Moeis meninggalkan ruang sidang seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/12/2024)(MI/Usman Iskandar)

Harvey Moeis meninggalkan ruang sidang seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/12/2024)(MI/Usman Iskandar)

Jakarta (Lampost.co) – Perkara korupsi Harvey Moeis  tata niaga timah di PT. Timah Tbk 2019-2022 masih bergulir pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Beberapa tersangka telah menerima vonis hukuman dalam kasus korupsi yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp.300 Triliun.

 

Sementara Vonis hakim bagi para tersangka dinilai mencederai keadilan. Pasalnya, para tersangka tervonis hukum lebih ringan daripada tuntutan Jaksa. Seperti yang terjadi pada Harvey Moeis yang hanya menerima hukuman 6,6 tahun dari tuntutan jaksa 12 tahun. 

 

Kemudian putusan ini, alih-alih memberikan efek jera dan mencerminkan keadilan. Justru menimbulkan banyak pertanyaan pada masyarakat. Terutama bagi pihak yang terugikan, seperti PT. Timah sebagai BUMN yang menjadi representasi kepentingan negara dan rakyat.

 

Hal itu tersampaikan Pakar Hukum Tata Kelola Pertambangan Timah Firdaus Dewilmar. Ia menjelaskan keputusan ini sangat jauh dari tuntutan jaksa dan mencederai keadilan masyarakat. 

 

“Putusan ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat. Pengadilan seharusnya memberikan hukuman sebanding dengan kerugian. Hal ini penting agar memberikan efek jera. Bahwa tidak ada tempat bagi tindakan korupsi dalam sistem yang seharusnya melindungi kepentingan publik,” katanya.

 

Kemudian lebih lanjut terjelaskannya. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merugikan negara secara langsung. Dan berdampak luas pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

 

Sementara pada Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Itu mengamanatkan hukuman maksimal bagi koruptor, apalagi jika kerugian negara besar. 

 

“Hukuman ringan yang terjatuhkan menunjukkan lemahnya penegakan hukum dalam kasus ini. Hal ini berpotensi menciptakan preseden buruk dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi,” katanya. 

 

Pulihkan Kerugian Negara

Hal lain yang tersoroti Dr. Firdaus Dewilmar, ialah tentang barang bukti yang terampas untuk negara. Menurutnya, seyogyanya barang bukti terkembalikan kepada negara dalam hal ini PT. Timah. Hal ini merupakan upaya untuk memulihkan kerugian negara. 

 

Kemudian dalam perkara ini, barang bukti  yang terperoleh dari tindak pidana, seharusnya kembalikan kepada PT. Timah. Karena PT. Timah, sebagai BUMN, memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya negara. Kerugian yang teralami PT Timah adalah kerugian negara secara langsung.

 

Lalu ia menjelaskan, jika barang bukti tidak kembalikan kepada PT. Timah. Ini sama saja dengan mengabaikan prinsip pemulihan kerugian negara. Sebagai entitas yang menjadi korban dalam kasus ini, PT. Timah berhak mendapatkan pengembalian aset untuk memastikan bahwa kerugian yang terderita dapat terminimalisir. 

 

“Barang bukti seyogIanya kembalikan kepada PT. Timah sebagai representasi negara setidaknya untuk biji timah atau balok timahnya. Karena kalau terampas untuk negara berarti nanti terlelang. Masak PT. Timah beli barang yang memang milik PT. Timah,” katanya. 

 

Kemudian Firdaus menyebutkan, keadilan tidak hanya tentang menghukum pelaku. Tetapi juga memulihkan kerugian yang tertimbulkan. Dalam kasus ini, putusan hakim yang terasa ringan dan tidak mempertimbangkan pengembalian kerugian negara. Justru mencederai rasa keadilan masyarakat.

 

Selain itu, Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung perlu mengevaluasi putusan ini. Untuk memastikan bahwa prinsip keadilan dan kepastian hukum benar-benar tertegakkan. “Kami minta secara tegas kepada Jaksa Penuntut Umum untuk segera Banding atas putusan pengadilan tersebut,” tegasnya.

 

Kemudian hal lain yang harus jadi perhatian terantaranya dampak kerusakan lingkungan yang terjadi secara sistematik. “Dampak lingkungan jangan sampai terabaikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Tentu setidak-tidaknya ada peran dari mereka sebagai pelaku kejahatan. Dan harus bertanggung jawab untuk memulihkannya,” pesannya.

 

Lalu menurutnya, kasus Harvey Moeis seharusnya menjadi momentum bagi lembaga peradilan. Terlebih untuk menunjukkan komitmen dalam memberantas korupsi, bukan sebaliknya. Jika putusan ini terbiarkan, maka ini akan melemahkan kepercayaan publik. Terhadap institusi hukum dan memberikan ruang bagi pelaku korupsi untuk terus merongrong negara.

 

Kemudian sudah saatnya pengadilan melihat korupsi sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Hukuman berat dan pengembalian kerugian negara adalah dua hal yang tidak dapat ternegosiasikan. Ini untuk menciptakan efek jera bagi para koruptor. 

 

Tags: Harvey moeisjaksakasus korupsikeadilankerugian negaraKORUPSIPengadilanperkaraPT Timah TbkRp300 Triliuntata niaga timahTindak Pidana KorupsiVonis hakimvonis hukuman
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf

PBNU Terima Permohonan Maaf Gus Yahya, Jabatan Ketua Umum Dipulihkan

byNur
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co)----Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya,...

Babinsa Kemayoran Dijatuhi Hukuman Disiplin Berat Usai Kasus Penjual Es Jadul Viral

Babinsa Kemayoran Dijatuhi Hukuman Disiplin Berat Usai Kasus Penjual Es Jadul Viral

byNur
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada Babinsa Koramil 07/Kemayoran, Serda Heri Purnomo. Hal ini...

Foto: Ilustrasi Media Indonesia

ICW Sebut Pemilihan Hakim MK Nodai Meritokrasi

byTriyadi Isworoand1 others
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemilihan Wakil Ketua DPR Adies Kadir sebagai hakim konstitusi usulan DPR mencederai...

Berita Terbaru

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat
Lampung

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Kebijakan Publik, Dedy Hermawan, menilai penghargaan opini tertinggi yang diraih Pemprov Lampung dari Ombudsman RI...

Read moreDetails
Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah.

LMND Bandar Lampung Dukung SMA Siger Jadi Solusi Tekan Angka Putus Sekolah 2026

29/01/2026
BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

29/01/2026
BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

29/01/2026
Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

29/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.