IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 17/04/2026 00:24
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kuliner

Serangga Bisa Jadi Menu Program MBG, Ini Dia Daftar Makanan Berbahan Serangga dari Berbagai Daerah di Indonesia

Adi SunaryoAntaranewsbyAdi SunaryoandAntaranews
25/01/25 - 23:13
in Kuliner, Nasional
A A
Menu serangga program MBG. Makanan khas Indonesian berbahan serangga. Dok/Facebook

Menu serangga program MBG. Makanan khas Indonesian berbahan serangga. Dok/Facebook

Jakarta (Lampost.co): Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa serangga bisa masuk ke menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dalam rangka menyesuaikan potensi sumber daya yang ada di setiap daerah.

“Kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu (serangga). Itu (serangga) bisa menjadi menu di daerah tersebut,” ucap Dadan di sela-sela acara Rampinas PIRA di Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2025.

Baca juga: Sederet Keluhan Program Makan Bergizi Gratis, Rasa Hambar hingga Pembayaran Reimburse

Dadan mengatakan variasi menu tersebut merupakan contoh bahwa Badan Gizi Nasional tidak menetapkan standar menu nasional. Tetapi menetapkan standar komposisi gizi nasional.

Menurutnya, serangga merupakan salah satu sumber protein bagi beberapa daerah. Dadan pun mencontohkan beragam sumber protein yang berdasarkan kepada potensi sumber daya lokal.

“Ada daerah yang banyak telur, ada yang banyak ikan, seperti itu,” kata Dadan.

Selain variasi protein, Dadan juga tidak menutup kemungkinan adanya variasi menu untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.

Bagi wilayah yang terbiasa memakan jagung, singkong, maupun pisang rebus. Maka tidak menutup kemungkinan nasi dalam menu MBG bisa diganti oleh ketiga hal tersebut.

“Itu contoh, ya. Bagaimana keragaman pangan itu bisa diakomodir dalam program makan bergizi,” kata Dadan.

Program MBG saat ini telah berjalan di 31 provinsi di Indonesia. Dengan total 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi memenuhi pembuatan makanan untuk MBG.

Pada periode pertama, yaitu Januari–April 2025, pemerintah menargetkan ada 3 juta penerima manfaat dari program MBG. Lalu pada tahapan selanjutnya April–Agustus 2025 targetnya dari jumlah tersebut bertambah menjadi 6 juta penerima manfaat.

Adapun merangkum dari laman jurnal food Qraved, di Indonesia setiap daerah memilik makanan khas berbahan serangga, antara lain:

1.Jangkrik Goreng

Jangkrik goreng. Dok/Facebook
Jangkrik goreng. Dok/Facebook

Jangkrik biasanya dipakai untuk pakan hewan peliharaan seperti burung dan hamster. Namun, di daerah Jawa Barat, masyarakat mengolahnya menjadi camilan yang cukup populer. Jangkrik goreng menjadi camilan yang memiliki tekstur yang garing renyah dan rasa yang gurih. Jangkrik juga kaya akan protein.

2. Belalang Goreng

Belalang goreng. Dok/Facebook
Belalang goreng. Dok/Facebook

Siapa yang tidak tahu dengan belalang. Serangga satu ini sama dengan jangkrik. Belalang jadi salah satu camilan yang cukup populer di Indonesia. Kandungan protein dan rasanya yang mirip-mirip dengan jangkrik yakni gurih, jadi alasan camilan serangga yang satu ini banyak orang yang menyukainya. Buat kamu yang pengen cobain, kamu bisa temukan camilan ini di Gunung Kidul, Yogyakarta.

3. Entung Goreng

Entungg goreng. Dok/YouTube
Entungg goreng. Dok/YouTube

Bukan orang Indonesia kalau enggak kreatif kalau soal makanan. Bagi masyarakat Jawa Timur, entung goreng atau kepompong ini jadi salah satu camilan tradisional yang konon punya cita rasa yang mirip dengan udang. Nah buat yang belum tau, entung adalah sejenis kepompong pohon yang biasanya diolah menjadi tumisan pedas.

4. Peyek Laron

Peyek laron. Dok/Facebook
Peyek laron. Dok/Facebook

Kalau peyek biasanya identik dengan teri atau kacang, di Jawa Timur laron jadi bahan dasar peyek. Konon peyek laron dibuat pada awal musim hujan di mana persediaan makanan di musim sebelumnya sudah menipis. Nah buat yang penasaran sama rasanya, katanya peyek laron ini sangat gurih dan kaya akan protein.

5. Botok Lebah

Botok lebah atau tawon. Dok/Cookpad
Botok lebah atau tawon. Dok/Cookpad

Biasanya masyarakat memanfaatkan lebah atau tawon dengan mengambil sari madunya saja. Namun, di Jawa Timur masyarakat biasa mengolah sarang lebah menjadi makanan yang enak, yakni botok. Biasanya mengolah botok lebah dengan cara membungkusnya dengan daun pisang. Kemudian memepesnya dengan kelapa parut dan potongan tomat dan sambal.

6. Jubel Manis

Jubel manis. Dok/Akarumput
Jubel manis. Dok/Akarumput

Makanan jubel manis atau larva capung ini biasanya jadi santapan lumrah bagi masyarakat Bali. Olahan satu ini berbahan larva capung dengan cara dipepes lalu dengan taburan garam dan cabai. Namun karena populasi larva capung semakin menipis maka camilan Jubel Manis menjadi semakin langka.

7. Ulat Sagu

Satai ulat sagu khas Papua. Dok/Wikipedia
Satai ulat sagu khas Papua. Dok/Wikipedia

Buat para penggemar makanan ekstrem, camilan serangga asal Papua yang satu ini pastinya sudah mengenalnya. Ulat sagu menjadi salah satu kuliner khas yang sering masyarakat Papua  konsumsi. Ulat sagu biasanya terdapat di pohon tua yang sudah membusuk. Masyarakat Papua biasanya mengonsumsinya dengan cara membakarnya seperti satai atau memakannya secara langsung.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News

Tags: kuliner dari seranggakuliner ekstremmakanan ekstrem indonesiamakanan indonesia berbahan seranggamenu progam mbgmenu protein program mbgmenu serangga program mbgserangga yang bisa dimakana
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Barang bukti Komodo (Varanus Komodoensis) berada di dalam sangkar saat ungkap kasus perdagangan satwa di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/4/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sindikat Perdagangan Komodo ke Thailand Terbongkar, Nilai Fantastis

byEffran
16/04/2026

Surabaya (Lampost.co) -- Aparat dari Polda Jawa Timur berhasil mengungkap sindikat perdagangan satwa dilindungi berskala internasional,. Kasus itu mengejutkan karena melibatkan...

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dan panjang dengan potensi El Nino menguat. Simak wilayah terdampak dan langkah antisipasi.

Kemarau 2026 yang Terparah 30 Tahun? BMKG Bongkar Faktanya

byEffran
16/04/2026

Jakarta (Lampost.co) – Isu soal musim kemarau 2026 paling ekstrem dalam 30 tahun terakhir akhirnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika...

Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)

Mendiktisaintek Komentari Kasus Pelecehan Seksual di Grup Chat FH UI

byEffran
16/04/2026

Jakarta (Lampost.co) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, akhirnya buka suara terkait kasus dugaan pelecehan seksual dalam...

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal
Lampung

Komisi IV DPRD Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal

byAtikaand1 others
16/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi terus mengawal pembangunan infrastruktur jalan agar...

Read moreDetails
Realisasi Perbaiki Infrastruktur Jalan dan Wujudkan Konektivitas Wilayah

Realisasi Perbaiki Infrastruktur Jalan dan Wujudkan Konektivitas Wilayah

16/04/2026
Sinergi Pemprov dan DPRD Lampung Bangun Infrastruktur Jalan

Sinergi Pemprov dan DPRD Lampung Bangun Infrastruktur Jalan

16/04/2026
Spider-Man: Brand New Day

Bocoran Spider-Man: Brand New Day, Green Hulk Siap Temani Peter Parker di MCU

16/04/2026
Percepatan Penanggulangan TBC melalui Program TOS TB

Percepatan Penanggulangan TBC melalui Program TOS TB

16/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.