Jakarta (Lampost.co) — Jelang FIFA Matchday Juni 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyiapkan tiga striker baru untuk memperkuat lini depan Skuad Garuda.
Langkah itu menjadi sinyal sektor penyerangan akan mendapat perhatian serius. Apalagi, performa lini depan masih sering menjadi sorotan dalam beberapa laga terakhir.
Dua dari tiga nama yang mencuat bahkan berstatus calon pemain naturalisasi. Hal itu menunjukkan strategi jangka pendek dan panjang berjalan bersamaan.
Jadwal FIFA Matchday
Kepastian keikutsertaan Indonesia dalam agenda internasional disampaikan Ketua BTN PSSI, Sumardji. Ia memastikan Timnas Indonesia akan menjalani dua pertandingan pada periode 1 hingga 9 Juni 2026.
Meski demikian, PSSI masih menutup rapat identitas lawan. Informasi yang beredar menyebut kedua lawan berasal dari Asia dan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Situasi itu membuka peluang bagi pelatih untuk menguji komposisi pemain baru, terutama di lini depan.
3 Striker Baru yang Berpeluang Dipanggil
1. Eksel Runtukahu
Eksel Runtukahu tampil impresif bersama Persija Jakarta musim itu. Striker asal Sulawesi Utara tersebut mencuri perhatian setelah mencetak dua gol ke gawang Persebaya Surabaya. Total enam gol membuat namanya masuk daftar penyerang lokal paling produktif.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, bahkan secara terbuka mendukung pemanggilan Eksel ke Timnas Indonesia. Eksel bisa menjadi opsi segar di lini depan dengan gaya bermain agresif.
2. Luke Vickery
Luke Vickery menjadi nama kedua yang santer dibicarakan. Ia saat ini bermain untuk Macarthur FC dan tampil cukup konsisten.
Vickery memiliki kekuatan fisik dan kemampuan duel udara yang baik.
Kehadirannya bisa menambah variasi serangan Timnas Indonesia, terutama dalam situasi bola mati. Proses naturalisasinya yang tengah berjalan semakin menguatkan peluangnya dipanggil.
3. Dean Zandbergen
Nama terakhir adalah Dean Zandbergen yang bermain untuk VVV-Venlo. Zandbergen memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu bermain di beberapa posisi lini serang.
Ia juga memiliki naluri mencetak gol yang tajam. Jika proses naturalisasi berjalan lancar, ia bisa menjadi senjata baru yang berbahaya bagi Timnas Indonesia.
Strategi Naturalisasi dan Regenerasi Berjalan Bersamaan
Kombinasi pemain lokal dan naturalisasi menjadi strategi utama saat ini. Pelatih ingin menjaga keseimbangan antara pengalaman internasional dan potensi pemain domestik.
Kehadiran striker baru juga membuka persaingan sehat di dalam tim. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
FIFA Matchday Juni 2026 bisa menjadi momen debut bagi wajah-wajah baru. Suporter tentu berharap kehadiran striker anyar mampu meningkatkan produktivitas gol.









