Madrid (Lampost.co)–Langkah Real Madrid di kompetisi Liga Champions 2025/2026 harus menemui jalan terjal setelah menyerah kepada Bayern Muenchen pada laga leg pertama perempat final. Bertanding di depan publik sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Los Galacticos tersebut kalah tipis 1-2 dari sang tamu, FC Hollywood.
Kekalahan ini memicu evaluasi mendalam dari sang juru taktik, Alvaro Arbeloa. Pelatih muda tersebut menilai hasil negatif ini sebenarnya bisa dihindari jika para pemainnya mampu tampil lebih disiplin dan meminimalisasi kesalahan mendasar di area pertahanan maupun lini tengah.
Kecerobohan yang Berujung Fatal
Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, Arbeloa tidak bisa menyembunyikan kekecewaan terhadap cara timnya kebobolan. Ia menyoroti hilangnya penguasaan bola secara ceroboh yang akhirnya berhasil barisan penyerang Bayern Muenchen manfaatkan dengan sempurna. Padahal, aspek tersebut sudah menjadi bahan diskusi utama tim sebelum laga mulai.
Baca juga: Bayern Muenchen Bungkam Publik Bernabeu lewat Gol Luis Diaz dan Harry Kane
“Ini adalah kekalahan yang harusnya bisa kami hindari pada babak kedua dengan sedikit keberuntungan. Kami menghadapi tim yang hebat dan kami tahu itu, tapi kami melakukan dua kesalahan, dua kali kehilangan bola,” ujar Arbeloa mengutip situs resmi klub.
Lebih lanjut, Arbeloa menekankan melawan tim sekelas Bayern, setiap kesalahan kecil akan dibayar dengan harga yang sangat mahal. Menurutnya, kesiapan pemain dalam menutup ruang kosong sesaat setelah kehilangan bola adalah kunci yang gagal timnya jalankan dengan baik dalam laga dini hari tadi.
Harapan melalui Gol Kylian Mbappe
Meski kalah, Real Madrid setidaknya berhasil mencuri satu gol melalui aksi Kylian Mbappe. Arbeloa menganggap gol tersebut sebagai nyawa tambahan yang menjaga peluang Madrid untuk lolos ke babak semifinal tetap terbuka lebar. Arbeloa mencatat timnya sebenarnya menciptakan banyak peluang berbahaya, namun efisiensi di depan gawang menjadi kendala utama.
“Kami sudah mendiskusikan hal ini saat jeda bahwa kami harus menghindari kesalahan seperti ini. Kami mencetak satu gol dan itu memberi kami harapan. Seharusnya kami bisa menyelesaikan peluang lain yang kami ciptakan untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Efisiensi dan ketajaman dalam menuntaskan peluang menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Arbeloa sebelum bertolak ke Jerman untuk melakoni laga hidup-mati di leg kedua nanti.
Misi Menaklukkan Allianz Arena
Menatap leg kedua di markas Bayern Muenchen, Allianz Arena, Arbeloa tetap mengusung optimisme tinggi. Ia percaya DNA juara Real Madrid di kompetisi Eropa akan berbicara banyak. Baginya, jika ada satu tim di dunia yang mampu membalikkan keadaan di kandang Muenchen, tim itu adalah Real Madrid.
“Ini tidak akan mudah, tapi jika ada tim yang bisa menang di Muenchen, itu adalah Real Madrid. Kami sudah membuktikan bahwa kami bisa melukai mereka dan mencetak gol. Kami punya kualitas untuk melakukan itu,” ujar pelatih berusia 43 tahun tersebut dengan nada optimis.
Kini, seluruh fokus penggawa Los Blancos akan beralih mempersiapkan strategi balas dendam demi mengamankan satu tiket di babak empat besar Liga Champions musim ini.









