Jakarta (Lampost.co) — Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto setuju dan menandatangani surat permohonan naturalisasi Mauro Zijlstra bersama tiga pemain sepak bola putri keturunan Indonesia. Striker muda keturunan Belanda itu akan menjadi amunisi baru di lini depan Timnas Indonesia.
Poin Penting:
-
Presiden Prabowo sudah menandatangani surat naturalisasi Mauro Zijlstra.
-
Mauro Zijlstra disiapkan sebagai bagian regenerasi Timnas U-23 dan potensial untuk senior.
-
PSSI juga memproses naturalisasi dua pemain keturunan lain untuk Oktober.
“Alhamdulillah, surat permohonan naturalisasi Mauro Zijlstra dan tiga pemain putri sudah Bapak Presiden tanda tangani. Sekarang prosesnya berada di DPR. Hanya saja DPR sedang reses,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resmi di Jakarta, tengah pekan lalu
Ia menambahkan komunikasi dengan DPR sudah berjalan dan melanjutkan proses pada Agustus. “Insyaallah, DPR mendukung,” ujar Erick.
Baca juga: Gelandang Muda Klub Liga Portugal Siap Dinaturalisasi
Regenerasi di Timnas
PSSI menilai kehadiran Mauro bukan hanya solusi jangka pendek sebagai amunisi baru di lini depan timnas. Pemain berusia 19 tahun ini bisa menjadi bagian dari program regenerasi tim nasional Indonesia.
Erick juga menegaskan Mauro bukan sekadar alternatif menggantikan Ole Romeny yang kini sedang dalam masa pemulihan cedera. “Striker kita hanya satu. Perlu adanya tambahan amunisi baru mengingat saat Ole cedera, opsinya terbatas. Mauro masih muda, jadi bisa kita coba di Timnas U-23 dulu. Kalau performanya bagus, dia bisa naik ke tim senior,” kata Erick.
Zijlstra biasa bermain di posisi penyerang tengah dan memiliki potensi besar. Pemain kelahiran Belanda itu siap memperkuat Merah Putih dengan catatan performa impresif di level akademi.
Dua Amunisi Baru Menyusul
Erick mengisyaratkan PSSI juga terus akan menambah amunisi baru bagi timnas. Saat ini, dua pemain keturunan masuk bidikan PSSI untuk menjalani proses naturalisasi. Namun, ia belum bersedia menyebutkan identitas mereka secara terbuka.
“Untuk Oktober, ada tambahan satu hingga dua pemain. Tapi sabar dulu. Kalau suratnya belum masuk, saya belum bisa bicara lebih jauh,” kata Erick.
Ia menegaskan PSSI sangat berhati-hati dalam proses naturalisasi. Semua dokumen harus lengkap dan legal karena FIFA menerapkan aturan ketat terkait perpindahan kewarganegaraan pemain.
“Harus ada bukti hitam di atas putih. Kami tidak bisa main-main. Pemain dan orang tuanya juga harus benar-benar siap membela Merah-Putih,” ujarnya.
Strategi Jangka Panjang
Naturalisasi pemain bukan sekadar mengambil jalan pintas. PSSI menekankan setiap proses dengan pertimbangan matang, termasuk soal komitmen sang pemain kepada Indonesia.
Erick juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses perekrutan pemain keturunan. Ia ingin memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar FIFA, demi menghindari sanksi atau polemik di kemudian hari.