Istanbul (Lampost.co)–Malam yang seharusnya menjadi perayaan laga ke-100 bagi Arne Slot sebagai manajer Liverpool justru berubah menjadi mimpi buruk. The Reds kembali tersungkur di atmosfer neraka RAMS Park setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/20260 dini hari WIB.
Hasil ini seolah menjadi dejavu pahit bagi para pendukung Liverpool. Pasalnya, Mohamed Salah dan kawan-kawan juga menelan kekalahan dengan skor yang identik saat bertandang ke markas raksasa Turki tersebut pada fase liga, September tahun lalu.
Petaka Menit Awal
Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika tuan rumah berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari situasi sepak pojok, Victor Osimhen memenangi duel udara krusial melawan Joe Gomez dan mengirimkan bola ke arah tiang dekat. Mario Lemina yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti dari Hugo Ekitike langsung menyambar bola dengan sundulan terukur yang gagal kiper Giorgi Mamardashvili halau.
Baca juga: Drama Menit Akhir di St James Park, Newcastle Vs Barcelona Berakhir Imbang 1-1
Tertinggal satu gol, Liverpool mencoba meningkatkan intensitas serangan. Florian Wirtz, yang baru kembali ke susunan pemain inti, sempat mendapatkan peluang emas di awal laga.
Namun, tembakannya masih menyamping dari gawang Ugurcan Cakir. Dominasi penguasaan bola yang mencapai 60 persen tidak mampu Liverpool konversi menjadi gol akibat rapatnya barisan pertahanan Cim Bom.
Drama VAR dan Gol yang Dianulir
Ketegangan tinggi dan intervensi VAR yang krusial mewarnai babak kedua. Liverpool sempat bersorak pada menit ke-70 setelah Ibrahima Konate berhasil menyarangkan bola ke gawang Galatasaray dalam sebuah kemelut. Namun, setelah peninjauan VAR yang cukup lama, wasit Jesus Gil Manzano menganulir gol tersebut karena bola menyentuh tangan (handball) Konate sebelum masuk ke gawang.
Galatasaray pun bukan tanpa ancaman. Victor Osimhen sempat menggandakan keunggulan tuan rumah melalui serangan balik cepat. Namun, hakim garis lebih dahulu mengangkat bendera tanda offside, sebuah keputusan yang kemudian mendapat konfirmasi teknologi semi-otomatis VAR.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Kekalahan ini memperpanjang catatan impresif Galatasaray yang belum terkalahkan di kandang pada fase gugur Liga Champions sejak tahun 1973.
Komentar Arne Slot
Usai pertandingan, manajer Liverpool Arne Slot tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut atmosfer stadion dan kelalaian lini belakang sebagai faktor utama kegagalan timnya.
“Ini adalah dejavu yang buruk. Kami bermain cukup baik di 15 menit awal dan menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memanfaatkannya. Di stadion seperti ini, jika Anda tidak tajam, Anda akan dihukum. Namun, ini baru babak pertama. Pekan depan kami akan bermain di Anfield dengan dukungan penuh suporter kami,” ujar Slot dalam konferensi pers usai laga.
Menanti Comeback di Anfield
Meskipun kalah, peluang Liverpool untuk melaju ke perempat final masih terbuka lebar. Syaratnya, mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol pada leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Anfield pada 18 Maret 2026 mendatang.
Di sisi lain, Galatasaray harus kehilangan salah satu pilar pertahanan mereka, Davinson Sanchez, pada leg kedua nanti karena akumulasi kartu kuning. Absennya Sanchez tentu menjadi celah yang harus Liverpool manfaatkan untuk membalikkan keadaan.
Susunan Pemain:
Galatasaray: Cakir; Singo, Sanchez, Bardakci, Jakobs; Lemina, Torreira, Sara; Lang, Yilmaz, Osimhen.
Liverpool: Mamardashvili; Gomez, Konate, Van Dijk, Kerkez; Gravenberch, Mac Allister, Szoboszlai; Salah, Wirtz, Ekitike.








