Genova (Lampost.co)—Harapan AS Roma menembus posisi empat besar klasemen Serie A 2025/2026 harus buyar di tangan legenda mereka sendiri. Bertandang ke Stadio Luigi Ferraris, Senin (9/3/2026) dini hari WIB, Giallorossi menyerah 1-2 dari tuan rumah Genoa yang kini di bawah asuhan Daniele de Rossi.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi skuad asuhan Gian Piero Gasperini. Selain kehilangan poin krusial dalam perburuan tiket Liga Champions, Roma harus menerima kenyataan pahit ditundukkan sosok yang pernah menjadi ikon sekaligus mantan pelatih mereka.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan mulai dengan intensitas tinggi sejak wasit Andrea Colombo meniup peluit pertama. Roma yang tampil dominan dalam penguasaan bola mencoba menekan lini pertahanan Genoa. Namun, absennya sejumlah pilar utama seperti Paulo Dybala yang tengah menjalani operasi lutut dan Artem Dovbyk sangat terasa di lini depan.
Baca juga: Gol Tunggal Estupinan Menangkan Milan di Derby Della Madonnina
Genoa tampil sangat disiplin di bawah arahan De Rossi. Mereka lebih banyak menunggu dan mengandalkan transisi cepat untuk mengancam gawang Mile Svilar. Meski kedua tim saling jual beli serangan, skor kacamata tetap bertahan hingga turun minum.
Drama Babak Kedua dan Penalti Messias
Memasuki babak kedua, petaka bagi Roma terjadi pada menit ke-52. Kapten tim Lorenzo Pellegrini melakukan kesalahan fatal setelah tergelincir saat mencoba membuang bola, yang justru melanggar Mikel Ellertsson di dalam kotak terlarang. Junior Messias yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugas dengan sempurna, membawa Genoa unggul 1-0.
Tersentak oleh gol tersebut, Roma meningkatkan agresivitas. Hasilnya terlihat pada menit ke-65 melalui skema bola mati. Bek Evan Ndicka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lewat sundulan tajam.
Roma sempat bersorak saat penyerang sayap mereka, Donyell Malen, mencetak gol pada menit ke-72. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena sang pemain sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan.
Gol Penentu Vitinha
Keasyikan menyerang justru membuat lini belakang Roma lengah. Pada menit ke-80, Genoa melancarkan serangan balik kilat dari sisi sayap.
Patrizio Masini melepaskan umpan silang akurat yang bersambut dengan tendangan keras Vitinha. Bola bersarang di pojok gawang Svilar tanpa bisa dihalau, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Di sisa waktu pertandingan, Roma berusaha habis-habisan untuk menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan berlapis yang De Rossi terapkan berhasil mematahkan setiap peluang tim tamu hingga laga berakhir.
Klasemen dan Dampak Kekalahan
Hasil ini membuat posisi Roma tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan koleksi 51 poin dari 28 pertandingan. Mereka kini tertinggal dari Como 1907 yang secara mengejutkan merangsek ke posisi keempat dengan raihan poin yang sama, tapi unggul dalam rekor pertemuan.
Sementara itu, bagi Genoa, tambahan tiga poin ini sangat berharga untuk menjauhkan mereka dari ancaman degradasi. Il Grifone kini naik ke peringkat 15 dengan mengumpulkan 27 poin, unggul dari pesaing di papan bawah.
Susunan Pemain:
Genoa (3-5-2): Gollini; Masini, Bani, Vasquez; Sabelli, Messias, Frendrup, Badelj, Martin; Vitinha, Ekuban.
Pelatih: Daniele De Rossi.
AS Roma (3-4-2-1): Svilar; Ndicka, Mancini, Hermoso; Celik, Cristante, Kone, Angelino; Soulé, Malen; Shomurodov.
Pelatih: Gian Piero Gasperini.
Penyerang Genoa, Vitinha, merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang AS Roma pada pertandingan Liga Italia di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Minggu (8/3/2026) waktu setempat. Foto: x.com/GenoaCFC








