Pemain Terbaik Liga 2, Rafinha, menunjukkan ambisi besar memperkuat Timnas Indonesia, menyusul cedera yang menimpa Ole Romeny.
Jakarta (Lampost.co) — Publik sepak bola Tanah Air memberikan perhatian serius dengan kabar mengejutkan dari panggung sepak bola nasional. Pemain Terbaik Liga 2 musim 2024/2025 asal PSIM Yogyakarta, Rafinha, menyatakan kesiapannya menggantikan Ole Romeny di Timnas Indonesia.
Hal itu disampaikan Rafinha melalui unggahan Instagram pribadinya pada Senin (21/7). Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi Ole Romeny.
Penyerang andalan Timnas Garuda itu mengalami cedera serius saat tampil di Piala Presiden 2025 dengan membela klubnya Oxford United. Dia harus menjalani operasi akibat tekel keras Paulinho, bek Arema FC.
Cedera tersebut membuat Romeny terancam absen panjang. Prediksi awal menyebutkan ia akan menepi selama sekitar empat bulan. Dampaknya signifikan bagi skuad Patrick Kluivert, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Performa Romeny selama ini cukup krusial. Di bawah arahan Kluivert, striker Oxford United itu menjadi satu-satunya pencetak gol untuk Timnas Indonesia di babak sebelumnya. Ia telah mencetak tiga gol dan menjadi pilar utama di lini depan.
Absennya Ole membuat stok penyerang Timnas Indonesia menjadi terbatas. Di sinilah Pemain Terbaik Liga 2 tersebut melihat celah. Pemain asal Brasil itu menyatakan siap menggantikan peran sang striker.
“Dengan kabar buruk bahwa Ole Romeny keluar sekitar empat bulan, saya ingin memberi tahu bahwa saya siap, Patrick Kluivert,” tulis Rafinha dalam unggahannya.
Pemain yang membawa PSIM Yogyakarta naik ke Liga 1 itu bahkan mengunggah foto mengenakan jersei Timnas Indonesia sambil berpose selebrasi khas Romeny.
Ungkapan tersebut sontak menyita perhatian publik dan media. Rafinha memang tengah berada dalam performa puncak. Ia membawa PSIM Yogyakarta promosi ke Liga 1 dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga 2 musim 2024/2025. Statistik individunya mengesankan dengan torehan gol dan kontribusi kunci di setiap pertandingan.
Namun, meski secara teknis layak, secara administratif Pemain Terbaik Liga 2 itu belum memenuhi syarat memperkuat Timnas Indonesia. Ia tidak memiliki darah keturunan Indonesia.
Selain itu, Pemain Terbaik Liga 2 itu juga belum lima tahun berturut-turut menetap di Indonesia, yang menjadi syarat minimal untuk proses naturalisasi. Kondisi ini membuat kans Rafinha membela skuad Garuda di waktu dekat hampir mustahil.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update