Austin (Lampost.co)–Arena balap Circuit of the Americas (COTA) kembali menyuguhkan tontonan yang memacu adrenalin dalam sesi sprint race MotoGP Amerika 2026, Minggu (29/3/2026) dini hari WIB. Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, sukses mengamankan podium tertinggi setelah melewati duel panas melawan Francesco Bagnaia di tengah rentetan kecelakaan yang mewarnai lintasan Texas.
Kemenangan ini akan jadi kenangan sebagai salah satu momen paling unik dalam sejarah MotoGP. Pasalnya, Martin tidak hanya bertarung melawan rival-rivalnya, tetapi juga harus mengalami insiden tidak terduga tepat setelah bendera finis berkibar.
Awal Laga yang Kacau: Nasib Sial Marc Marquez
Ketegangan langsung memuncak sejak lampu start padam. Aksi saling sikut terjadi di barisan depan, namun nasib malang justru menimpa sang King of COTA, Marc Marquez. Bertekad memperbaiki posisi, Marquez mencoba melakukan manuver agresif dari sisi dalam tikungan untuk menyalip Fabio Di Giannantonio pada lap pertama.
Nahas, pembalap berjuluk The Baby Alien itu kehilangan kendali atas ban depannya. Marquez tersungkur dan turut menyenggol Di Giannantonio hingga keduanya terseret keluar lintasan. Insiden ini seketika menutup peluang Marquez meraih poin di sesi sprint kali ini.
Duel Strategi dan Gugurnya Bezzecchi
Di barisan depan, Francesco “Pecco” Bagnaia sempat memimpin jalannya balapan dengan tenang. Namun, bayang-bayang Jorge Martin terus menghantui di posisi kedua. Sementara itu, persaingan memperebutkan podium ketiga melibatkan Pedro Acosta, Joan Mir, dan Marco Bezzecchi.
Memasuki lap kelima dari total 10 putaran, Marco Bezzecchi tampil impresif dengan merebut posisi ketiga dari tangan Acosta. Bezzecchi bahkan sempat memberikan perlawanan sengit kepada Martin untuk memperebutkan posisi kedua.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak padanya. Saat balapan menyisakan dua lap, Bezzecchi mengalami crash fatal yang membuatnya gagal finis. Kegagalan Bezzecchi menjadi karpet merah bagi Martin untuk merapatkan jarak dengan Bagnaia di putaran terakhir.
Tikungan Tajam dan Insiden Selebrasi
Drama memuncak di lap pamungkas. Memanfaatkan celah sempit di sebuah tikungan tajam, Jorge Martin melakukan manuver block pass yang sangat berani terhadap Bagnaia. Aksi tersebut membuatnya melesat ke posisi terdepan hingga menyentuh garis finis pertama.
Namun, momen unik terjadi sesaat setelah ia melewati garis finis. Diduga terlalu antusias merayakan kemenangannya dengan aksi wheelie (mengangkat roda depan), Martin kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari motornya. Meski mengalami insiden setelah finis, posisi kemenangan Martin tetap sah menurut regulasi.
Komentar Para Pembalap
Jorge Martin mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah balapan yang penuh drama tersebut.
“Itu adalah balapan yang luar biasa gila. Saya tahu harus menyerang Pecco (Bagnaia) di lap terakhir karena dia sangat kuat di sektor lurus. Mengenai insiden setelah finis…ya, saya sedikit terlalu bersemangat melakukan selebrasi dan kehilangan keseimbangan. Beruntung saya tidak cedera dan poin penuh tetap aman!” ujar Martin sambil tertawa.
Francesco Bagnaia yang harus puas di posisi kedua mengakui keunggulan rivalnya tersebut. “Jorge melakukan manuver yang sangat bersih namun agresif di lap terakhir. Saya mencoba menutup ruang, tapi dia memiliki traksi yang lebih baik hari ini. Kami akan membalasnya di balapan utama besok,” ujar Bagnaia.
Hasil Lengkap Sprint Race MotoGP Amerika 2026
- Jorge Martin
- Francesco Bagnaia
- Pedro Acosta
- Enea Bastianini
- Alex Marquez
- Luca Marini
- Ai Ogura
- Raul Fernandez
- Johann Zarco
- Fermin Aldeguer








