Jakarta (Lampost.co) — PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Menariknya, Herdman menunjukkan kemiripan filosofi dengan Shin Tae-yong.
Keduanya sama-sama mengandalkan sistem tiga bek. Pendekatan itu membuat transisi tim berjalan lebih halus. Banyak pemain terbiasa dengan skema tersebut.
Data dari Transfermarkt dan FootMob menunjukkan Herdman gemar memakai formasi 3-4-2-1. Sementara Shin Tae-yong sebelumnya kerap memilih 3-4-3.
Perbedaan utama hanya terletak pada penggunaan striker tunggal. Sistem itu memberi fleksibilitas saat menyerang dan bertahan.
Prediksi Formasi Utama Timnas Indonesia Era Herdman
John Herdman diprediksi memakai 3-4-2-1 pada laga awal. Namun, skema itu bisa berubah sesuai situasi pertandingan.
Ketersediaan pemain juga memengaruhi pilihan akhir. Herdman juga adaptif terhadap kondisi lapangan.
Pemain Belakang
Jay Idzes hampir pasti menjadi poros utama pertahanan. Kapten timnas itu punya keunggulan duel dan distribusi bola.
Dua posisi bek lain berpeluang diisi Rizky Ridho dan Kevin Diks. Justin Hubner tetap menjadi opsi rotasi penting.
Mees Hilgers belum masuk rencana terdekat. Ia masih fokus pemulihan cedera ACL. Herdman cenderung memilih pemain siap tempur pada agenda Maret.
Pemain Tengah
Lini tengah menjadi jantung permainan Timnas Indonesia. Thom Haye dan Joey Pelupessy bisa mengisi dua posisi sentral.
Keduanya punya kontrol tempo dan akurasi umpan. Peran itu sangat krusial dalam skema tiga bek.
Untuk sisi sayap, Calvin Verdonk atau Dean James berpeluang di kiri. Di kanan, Sandy Walsh dan Yakob Sayuri bersaing ketat. Wing-back menjadi kunci agresivitas tim.
Pemain Depan
Dua gelandang serang berada tepat di belakang striker. Marselino Ferdinan bisa kembali mendapatkan tempat utama. Miliano Jonathans menjadi kandidat kuat pendampingnya. Keduanya punya kreativitas dan mobilitas tinggi.
Untuk posisi penyerang, Ole Romeny berada di urutan teratas. Ragnar Oratmangoen, Ramadhan Sananta, hingga Mauro Zijlstra tetap menjadi opsi alternatif. Herdman juga bisa mengubah pilihan sesuai lawan.
Untuk itu, kesamaan Herdman dan Shin Tae-yong memberi keuntungan besar. Tim juga tidak perlu adaptasi total karena fondasi sudah terbentuk. Sehingga, Herdman kini tinggal memoles detail dan konsistensi.








