Sebagai bek tengah yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan, Dimas memiliki kualitas yang dibutuhkan dalam dunia sepak bola modern, baik dalam bertahan maupun menyerang.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Sepak bola Indonesia semakin mencuri perhatian dunia dengan banyaknya pemain keturunan yang tersebar di Eropa. Salah satu pemain muda yang mencuri perhatian adalah Dimas van der Heide, seorang bek tengah yang memiliki darah Indonesia, Belanda, dan Prancis. Lahir pada 3 Desember 2006, pemain yang kini berusia 18 tahun dan memiliki potensi besar di dunia sepak bola internasional.
Poin penting
Sang pemain berasal dari keluarga dengan latar belakang multinasional. Meskipun lahir di Belanda, darah Indonesia mengalir dari garis ibunya. Nenek dari ibunya berasal dari Bandung, Jawa Barat, menjadi alasan kuat ia memiliki hubungan erat dengan Tanah Air. “Nenek saya dari pihak ibu lahir di Bandung, Jawa Barat,” katanya, mengutip dari akun Instagram @bolavers24.
Namun, selain darah Indonesia, dia juga memiliki keturunan Prancis dari nenek pihak ayah dan kakek dari pihak ibu. Hal ini memberikan keuntungan karena bisa memperkuat tiga negara berbeda, Indonesia, Belanda, dan Prancis. “Nenek saya dari pihak ayah dan kakek saya dari pihak ibu saya berasal dari Perancis,” ujarnya.
Meskipun masih berusia muda, karier sepak bolanya menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Dia memulai karier sepak bola profesionalnya di Amerika Serikat.
Pada 2023, ia bergabung klub Met Oval, sebelum melanjutkan ke akademi FC Cincinnati pada musim panas 2024. Walaupun belum memiliki banyak catatan di level senior, perjalanan pemain yang masih sangat muda di dunia sepak bola sudah cukup menarik perhatian.
Pada musim panas 2024, dia memutuskan melanjutkan perjalanan sepak bolanya di Eropa dengan bergabung akademi SC Heerenveen, salah satu klub ternama di Belanda. Di sana, ia kini tampil untuk SC Heerenveen U-19.
Meski belum ada data statistik yang lengkap mengenai penampilannya di level akademi, akun Instagram @bolavers24 mengungkapkan dia sudah mencatatkan 3 gol dan 2 assist bersama SC Heerenveen U-19. Sebelumnya, ia juga mencetak 7 gol dan 4 assist selama bermain di akademi FC Cincinnati.
Jumlah gol dan assist yang cukup signifikan bagi seorang bek, menunjukkan bukan hanya tangguh bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan ofensif luar biasa. Dengan postur tubuh yang menjulang tinggi, yaitu 194 cm, dia menjadi sosok yang sulit mengalahkannya dalam duel udara.
Melihat bakat dan potensinya besar, pemain bertinggi 194 cm itu menjadi kandidat menarik bagi Timnas Indonesia. Dengan kemampuannya sebagai bek tengah dan gelandang bertahan, dia memiliki fleksibilitas yang pelatih Timnas Indonesia butuhkan untuk menguatkan lini pertahanan.
Namun, dengan status kewarganegaraan Belanda dan keturunan Prancis, Indonesia harus bergerak cepat untuk memastikannya memilih membela Timnas Indonesia. Belanda dan Prancis juga merupakan negara yang mungkin tertarik memanggilnya ke timnas mereka di masa depan. Oleh karena itu, perlu segera memanfaatkan kesempatan melibatkannya dalam skuat Garuda.
Dengan usia 18 tahun memiliki karier yang masih panjang. Jika terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, dia bisa menjadi aset berharga bagi sepak bola Indonesia, maupun negara-negara lain yang memiliki hak untuk memanggilnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update