Jakarta (Lampost.co) — Ketua Umum PSSI Erick Thohir, menyatakan bahwa proses naturalisasi pemain keturunan, Mauro Zijlstra, telah memasuki tahap akhir.
- Proses tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari DPR.
- Mauro Zijlstra memperkuat VC Volendam.
- Naturalisasi bukan sekadar mempercepat prestasi tim nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto sudah menandatangani dokumen naturalisasi Mauro Zijlstra sebagai bagian dari program regenerasi skuad Timnas Indonesia.
“Sekarang saya mengucapkan terima kasih. Bapak Presiden sudah menandatangani surat naturalisasi Mauro. Dan tiga pemain putri sudah ada di DPR,” kata Erick Thohir.
Baca Juga:
Nama Lamine Yamal Disebut Erick Thohir Saat Bahas Naturalisasi Mauro Zijlstra
Saat ini, proses tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari DPR RI yang sedang dalam masa reses. Namun Erick Thohir menyatakan optimisme tinggi terhadap kelanjutan proses ini.
“Hanya kan DPR-nya sedang reses. Jadi nanti diproses bulan Agustus. Saya sudah komunikasi dengan DPR. Insya Allah DPR mendukung,” jelasnya.
Perkuat VC Volendam
Mauro Zijlstra, pemain muda yang memperkuat VC Volendam, Divisi 2 Liga Belanda ini memiliki potensi besar.
Rencananya Mauro Zijlstra akan masuk ke dalam skema Tim Nasional U-20 atau U-23 terlebih dahulu sebelum naik ke level senior.
Selain itu, Erick menegaskan bahwa naturalisasi bukan sekadar mempercepat prestasi tim nasional. Namun harus melalui proses seleksi dan pembinaan yang tepat.
“Mauro ini juga bagian dari regenerasi. Kita ingat ya, striker kita cuma satu. Kemarin cedera, Ole. Tetapi karena Mauro ini U-20, bisa juga kita coba dulu di U-23. Kalau ternyata bagus, bisa juga senior team,” ujar Erick.
Sementara itu, Erick juga menekankan bahwa setiap pemain naturalisasi tidak serta-merta langsung menembus tim senior. PSSI ingin membangun struktur tim nasional yang berlapis dan berkelanjutan.
“Jangan juga para pemain naturalisasi ini langsung kita janji ‘Oh senior ya’. Tidak. Kita harus membangun strata tim nasional,” tegasnya.
Erick menambahkan bahwa PSSI berkomitmen untuk menjalankan proses naturalisasi secara profesional dan sesuai dengan regulasi FIFA. Menghindari kesan bahwa naturalisasi dilakukan demi hasil instan.
“FIFA sangat ketat dalam naturalisasi. Kita tidak mau menjadi negara yang disorot sekadar mempercepat prestasi tim nasional. Prestasi memang quick win, tapi pembangunan sepak bola Indonesia tetap harus mulai dari grassroots,” pungkasnya.