Bandar Lampung (Lampost.co) — Pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) langsung tancap gas di awal 2026. Sejumlah merek menghadirkan model unggulan untuk merebut perhatian konsumen domestik. Merek asal China mendominasi persaingan dan mencetak angka distribusi yang signifikan, seperti Chery Tiggo 8 CSH.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan distribusi wholesales PHEV pada Januari 2026 mencapai 502 unit. Angka itu melonjak 3.037 persen daripada Januari 2025 yang hanya 16 unit. Lonjakan itu menandakan minat masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi semakin kuat.
Namun, penjualan tersebut turun 52 persen daripada Desember 2025 yang menembus 1.051 unit. Penurunan itu terjadi karena penjualan akhir tahun biasanya terdongkrak diskon besar dan berakhirnya masa insentif kendaraan listrik.
Dominasi Chery Tiggo 8 CSH di Segmen PHEV
Chery Tiggo 8 CSH memimpin pasar PHEV pada Januari 2026. SUV itu mencatatkan distribusi 240 unit dalam satu bulan. Angka tersebut menempatkannya jauh di atas pesaing terdekat.
Chery meluncurkan Tiggo 8 CSH pada Mei 2025. Saat ini, pabrikan membanderol model tersebut mulai Rp449,9 juta. Kombinasi desain modern, fitur lengkap, dan efisiensi bahan bakar menjadi daya tarik utama.
Posisi kedua terdapat Geely Starray EM-i dengan 78 unit. Sementara Wuling Darion PHEV menyusul di posisi ketiga dengan 57 unit.
Model Chery Group Kuasai Lima Besar
Grup Chery memperkuat dominasinya melalui beberapa model lain. Jaecoo J7 SHS mencatatkan 51 unit. Chery Tiggo 9 CSH terjual 41 unit. Jaecoo J8 SHS Ardis menyumbang 26 unit.
Strategi menghadirkan banyak varian di segmen berbeda memberi keuntungan kompetitif. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.
PHEV Premium Ikut Meramaikan Pasar
Segmen premium juga mencatatkan penjualan meski volumenya kecil. Volvo XC90 membukukan 5 unit. Mazda CX-80 mencatatkan 3 unit. BMW XM menyumbang 1 unit.
Model-model itu menyasar konsumen kelas atas yang menginginkan performa tinggi sekaligus efisiensi energi. Harga jualnya berada di atas Rp1 miliar.
Mengapa PHEV Semakin Dilirik?
PHEV menawarkan keunggulan daripada hybrid konvensional. Mobil itu membawa baterai berkapasitas lebih besar dan mendukung pengisian dari sumber listrik eksternal.
Teknologi tersebut memungkinkan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Emisi gas buang juga lebih rendah. Pengemudi bisa merasakan sensasi mobil listrik tanpa khawatir kehabisan daya.
Saat baterai melemah, mesin bensin langsung mendukung perjalanan. Skema ini membuat PHEV cocok untuk mobilitas harian maupun perjalanan jauh.
Penjualan Mobil Nasional Ikut Tumbuh
Secara nasional, distribusi wholesales kendaraan pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit. Angka itu naik 7 persen daripada Januari 2025 yang mencatatkan 62.084 unit.
Penjualan ritel juga tumbuh 4,5 persen menjadi 66.936 unit. Data itu menunjukkan pasar otomotif Indonesia tetap bergerak positif di awal tahun.
Daftar Mobil PHEV Terlaris Januari 2026
- Chery Tiggo 8 CSH: 240 unit
- Geely Starray EM-i: 78 unit
- Wuling Darion PHEV: 57 unit
- Jaecoo J7 SHS: 51 unit
- Chery Tiggo 9 CSH: 41 unit
- Jaecoo J8 SHS Ardis: 26 unit
- Volvo XC90: 5 unit
- Mazda CX-80: 3 unit
- BMW XM: 1 unit
Awal 2026 juga menjadi momentum penting bagi pasar PHEV Indonesia. Lonjakan penjualan menunjukkan perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan lebih ramah lingkungan. Jika tren itu berlanjut, segmen PHEV juga berpotensi menjadi tulang punggung elektrifikasi nasional dalam beberapa tahun ke depan.








