Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung mencatat sebanyak 1.075 sekolah menengah sederajat tersebar di 15 kabupaten. Jumlah tersebut mencakup 32 sekolah luar biasa (SLB), 550 SMA, serta 493 SMK negeri dan swasta.
Dari total tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung menemukan 34 sekolah yang belum mengantongi akreditasi. Sekolah tersebut terdiri atas 1 SLB, 21 SMA, dan 12 SMK. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung Thomas Amirico menyatakan bahwa seluruh sekolah yang belum terakreditasi berasal dari sekolah swasta.
“Semua sekolah negeri sudah memiliki akreditasi. Mayoritas sudah meraih akreditasi A, meskipun masih ada beberapa sekolah dengan akreditasi B dan C,” ujar Thomas, Selasa, 23 Desember 2025.
Pada jenjang SMA, Thomas menjelaskan bahwa sebagian besar sekolah telah mengantongi status akreditasi. Akreditasi B mendominasi dengan jumlah 230 sekolah, lalu akreditasi A sebanyak 164 sekolah dan akreditasi C sebanyak 135 sekolah.
Disdikbud Lampung juga mencatat sebaran SMA terbanyak berada di wilayah perkotaan dan kabupaten besar seperti Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan konsentrasi layanan pendidikan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
“Secara keseluruhan, akreditasi B masih mendominasi sekolah di Lampung, khususnya pada jenjang SMA dan SMK,” kata Thomas.
Pada jenjang SMK, tercatat pola yang serupa. Dari total 493 SMK, sebanyak 281 sekolah mengantongi akreditasi B, kemudian 123 sekolah dengan akreditasi C, dan 76 sekolah dengan akreditasi A.
Sementara itu, pada jenjang SLB yang berjumlah 32 sekolah, tercatat 18 sekolah mengantongi akreditasi B, 10 sekolah mengantongi akreditasi C, dan 3 sekolah mengantongi akreditasi A.
“Untuk melakukan perbaikan, kami sudah memberikan arahan kepada sekolah-sekolah agar mempercepat proses peningkatan akreditasi,” ujar Thomas.








