Kupang (Lampost.co)— Tim SAR Gabungan mengintensifkan operasi pencarian kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah pada hari ke-11. Yakni dengan mengerahkan teknologi pemindaian bawah laut berteknologi tinggi.
Sejumlah peralatan canggih, termasuk Multi Beam Sonar milik Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Distrik Navigasi Kupang, turun untuk melacak keberadaan bangkai kapal dan korban yang masih hilang di perairan sekitar Pulau Padar. Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (5/1/2026).
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan pemanfaatan teknologi sonar menjadi kunci dalam upaya pencarian yang kini fokus pada penyisiran bawah laut.
Baca juga: Basarnas Optimistis Temukan Tiga WNA Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
“Penggunaan Multi Beam Sonar dari ITB dan Distrik Navigasi Kupang sangat membantu dalam memetakan kontur dasar laut. Serta mendeteksi objek yang dicurigai berkaitan dengan KM Putri Sakinah,” ujar Fathur.
Selain sonar, Ditpolair Polda NTT turut mengerahkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan perangkat sonar tambahan. Untuk memperkuat identifikasi objek di bawah permukaan laut yang sulit terjangkau penyelam.
Ratusan Personel dan 17 Alutsista Terjunkan
Operasi SAR hari ini melibatkan 153 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI-Polri, KSOP, dan instansi terkait lainnya. Sebanyak 17 alat utama mengerahkan sejak pukul 06.30 Wita untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.
Pencarian berjalan secara terpadu, baik melalui penyisiran laut terbuka, pesisir pulau. Maupun pemetaan bawah laut di sekitar titik dugaan tenggelamnya kapal.
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025. Hingga memasuki hari ke-11 operasi, dua warga negara asing asal Spanyol masih di nyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian.
Temuan Serpihan Dugaan Bagian Kapal
Dalam operasi hari ke-11, Tim SAR Gabungan menemukan serpihan yang dugaan kuat berasal dari KM Putri Sakinah. Serpihan berupa pintu kamar mandi yang menemukan oleh tim Sea Rider KSOP Labuan Bajo sekitar pukul 11.18 Wita.
“Serpihan pintu kamar mandi menemukan pada koordinat 08°37’44,138″ LS dan 119°36’39,385″ BT, atau sekitar 0,12 nautical mile dari lokasi kejadian,” kata Fathur Rahman.
Temuan tersebut menjadi indikator penting dalam evaluasi lanjutan pencarian bawah laut di sekitar titik tersebut.
Perpanjang Operasi SAR
Berdasarkan perkembangan terbaru, termasuk temuan serpihan dan hasil evaluasi lapangan. Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari, terhitung mulai 5 hingga 7 Januari 2026.
“Perpanjangan operasi SAR melakukan untuk memaksimalkan pencarian dua WNA Spanyol yang masih hilang, dengan mempertimbangkan temuan terbaru di lapangan,” pungkas Fathur.
Tim SAR Gabungan memastikan upaya pencarian akan terus melakukan secara maksimal dengan mengombinasikan kekuatan personel dan teknologi guna memberikan kepastian bagi keluarga korban.








