Gunung ini memiliki lebar 450 km dan mengandung es yang berpotensi menjadi lokasi penelitian astrobiologi.
Jakarta (Lampost.co) — Mars, yang dikenal sebagai Planet Merah, terus memikat ilmuwan dan pecinta antariksa dengan misterinya.
Catatan Penting:
- Samudra bawah tanah raksasa ditemukan di Mars, berpotensi menjadi habitat mikroorganisme alien.
- Formasi unik seperti laba-laba dan wajah tersenyum dari garam ditemukan di permukaan Mars.
- Penemuan gumpalan es terkubur dan embun beku air menunjukkan potensi sumber daya air bagi misi eksplorasi manusia.
Berkat kemajuan teknologi eksplorasi, tahun 2024 menghadirkan penemuan menakjubkan yang memperluas pemahaman dan peluang eksplorasi masa depan.
Baca juga: Musim Dingin di Mars: Fenomena Es Karbon Dioksida yang Menakjubkan
NASA mengungkapkan keberadaan reservoir air raksasa di bawah permukaan Mars yang cukup untuk menutupi seluruh planet dengan kedalaman 1,6 km. Temuan ini dari data gempa Mars oleh pendarat InSight. Reservoir ini berpotensi menjadi habitat mikroorganisme alien dan sumber air bagi misi manusia di masa depan.
Formasi retakan unik yang menyerupai laba-laba ada di wilayah kutub selatan Mars, terkenal sebagai “Kota Inca.” Fenomena ini akibat sublimasi es karbon dioksida saat musim semi Mars. Foto dari Mars Express ESA pada April 2024 mengungkap keberadaan fenomena ini dalam jumlah besar.
Peta gravitasi baru mengidentifikasi gumpalan padat berbentuk aneh, termasuk struktur menyerupai anjing, di bawah dasar laut purba di kutub selatan Mars. Selain itu, terdapat pluma lava besar di bawah Olympus Mons, gunung berapi terbesar di tata surya.
Pada Maret 2024, para ilmuwan menemukan gunung berapi raksasa yang terkubur akibat erosi. Gunung ini memiliki lebar 450 km dan mengandung es yang berpotensi menjadi lokasi penelitian astrobiologi.
Formasi unik berupa “wajah tersenyum” yang terdiri dari deposit garam klorida kuno terlihat di permukaan Mars. Deposit ini menjadi tempat potensial bagi aktivitas biologis karena sifatnya yang mendukung pelestarian kehidupan.
Mengejutkan, embun beku air ditemukan di puncak gunung berapi dekat ekuator Mars. Total embun beku ini setara dengan 60 kolam renang Olimpiade, menunjukkan bahwa proses siklus air masih terjadi di Mars.
Penjelajah Curiosity dan Perseverance menemukan batu-batu dengan bentuk unik, seperti panah, “Freya Castle” bergaris hitam-putih, dan batu terang bernama “Atoko Point.” Penemuan ini memberikan wawasan tentang sejarah geologi Mars.
Area medan gelap di kutub selatan Mars karena siklus sublimasi es karbon dioksida yang mengangkat debu dari bawah permukaan, menciptakan pola poligon yang unik.
Bintik hijau kecil ditemukan rover Perseverance di wilayah “Serpentine Rapids.” Warna hijau ini akibat oksidasi besi, yang di Bumi sering melibatkan mikroorganisme.
Potongan es besar terkubur di formasi Medusae Fossae dekat ekuator Mars. Dengan kedalaman 3,7 km, es ini menawarkan potensi besar sebagai sumber daya air bagi misi eksplorasi manusia.
Penemuan-penemuan Mars sepanjang 2024 menunjukkan planet merah menyimpan berbagai kejutan dan potensi menakjubkan. Dari samudra tersembunyi hingga fenomena permukaan yang unik, Mars terus membangkitkan rasa penasaran manusia, mengarah pada impian menjadikannya rumah kedua.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update