Bandar Lampung (Lampost.co) — Persaingan di industri internet satelit semakin panas. Kali ini, Amazon membuat langkah besar dengan mengakuisisi Globalstar—perusahaan yang selama ini dikenal sebagai mitra utama Apple dalam menghadirkan konektivitas satelit di perangkatnya.
Nilai akuisisi ini tidak main-main, mencapai sekitar USD11,57 miliar atau hampir Rp200 triliun. Dengan kesepakatan ini, Amazon menguasai jaringan satelit, infrastruktur, hingga lisensi spektrum global milik Globalstar.
Langkah ini menjadi sinyal kuat: Amazon serius ingin mengubah peta persaingan di luar angkasa.
Akses Teknologi Satelit iPhone Kini di Tangan Amazon
Melalui akuisisi ini, Amazon kini memiliki akses langsung ke teknologi yang selama ini digunakan Apple untuk fitur satelit di iPhone—termasuk layanan darurat seperti Emergency SOS dan berbagi lokasi tanpa sinyal seluler.
Menariknya, kerja sama antara Apple dan Globalstar tidak berhenti. Amazon justru memperpanjang kolaborasi tersebut agar layanan satelit tetap berjalan di perangkat seperti iPhone dan Apple Watch.
Ini menunjukkan bahwa meski berpindah kepemilikan, ekosistem yang sudah ada tetap dipertahankan—bahkan berpotensi dikembangkan lebih jauh.
Ambisi Besar: Internet Langsung dari Satelit ke Ponsel
Akuisisi ini juga memperkuat proyek jaringan satelit Amazon yang dikenal sebagai Project Kuiper, kini berkembang menjadi sistem Low Earth Orbit (LEO) yang lebih ambisius.
Salah satu target utamanya adalah menghadirkan teknologi direct-to-device (D2D), yaitu kemampuan menghubungkan ponsel langsung ke satelit tanpa bantuan jaringan seluler.
Jika berhasil, teknologi ini bisa mengubah cara manusia berkomunikasi—terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan konvensional.
Amazon bahkan menargetkan pengembangan generasi baru layanan ini mulai 2028, dengan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih tinggi.
Tantang Dominasi Starlink
Langkah Amazon ini tak lepas dari bayang-bayang SpaceX dengan layanan Starlink yang saat ini masih mendominasi pasar.
Starlink sudah lebih dulu unggul dengan ribuan satelit aktif di orbit rendah dan jangkauan global yang terus meluas. Namun, dengan masuknya Amazon secara agresif, persaingan dipastikan akan semakin ketat.
Apalagi, kombinasi teknologi Globalstar dan kekuatan infrastruktur Amazon bisa menjadi senjata baru yang signifikan.
Perebutan Langit Baru Dimulai
Akuisisi ini menandai babak baru dalam perebutan dominasi konektivitas global. Bukan hanya soal internet cepat, tetapi juga bagaimana teknologi satelit mampu menjangkau miliaran orang yang belum terhubung.
Di sisi lain, kolaborasi antara Amazon dan Apple menunjukkan bahwa aliansi strategis tetap menjadi kunci dalam membangun teknologi masa depan.
Dengan langkah besar ini, Amazon tidak hanya memperluas bisnisnya—tetapi juga secara terang-terangan menantang dominasi lama di orbit.









