Bank Indonesia Targetkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Penggerak Pembangunan Lampung

Sistem ekonomi berbasis syariah mampu bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan, stabil, dan berkelanjutan.

Editor Isnovan Djamaludin, Penulis Antaranews
Sabtu, 23 Mei 2026 20.24 WIB
Bank Indonesia Targetkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Penggerak Pembangunan Lampung
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto (kiri). Foto: Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co)–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung menegaskan komitmen terus mengawal dan memperluas implementasi ekonomi serta keuangan syariah di bumi Lampung. Langkah ini guna memastikan sistem ekonomi berbasis syariah mampu bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan, stabil, dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyatakan sinergi kokoh antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menyusun program kelistrikan dan keuangan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Visi besar yang kedua pihak usung adalah menciptakan sebuah ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara angka, tapi juga mampu membangun kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

“Kami bersama pemerintah daerah terus berupaya menjadikan ekonomi syariah menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang dapat membangun secara inklusif bagi masyarakat,” ujar Bimo Epyanto saat memberikan keterangan resmi di Kota Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dukung Ekonomi Syariah, Ketua DPRD Lampung Tekankan Sinergi Inklusif

LaSEF sebagai Stimulus Strategis dan Sumber Ekonomi Baru

Bimo menjelaskan salah satu wujud nyata dan langkah konkret yang Bank Indonesia ambil untuk memastikan visi tersebut berjalan di lapangan adalah melalui konsistensi penyelenggaraan ajang Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF). Tujuan perhelatan akbar ini sebagai wadah tahunan untuk menyatukan visi para pemangku kepentingan industri halal di Sumatra.

Menurut analisis Bank Indonesia, LaSEF bukan sekadar sebuah festival seremonial biasa. Ajang ini merupakan instrumen taktis dengan desain khusus untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan kapasitas para pelaku UMKM. Kemudian, memperluas adopsi gaya hidup halal (halal lifestyle). Serta menggali sekaligus menemukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang potensial di Provinsi Lampung.

“Lampung Sharia Economic Festival ini menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, meningkatkan serta menemukan sumber ekonomi baru di Lampung,” ujar Bimo.

Tiga Pilar Utama Penguatan Ekosistem Halal

Guna mencapai sasaran strategis tersebut, Bank Indonesia menetapkan arah kebijakan yang bertumpu pada tiga pilar utama yang terejawantah dalam rangkaian kegiatan festival. Pilar pertama terfokus pada perluasan inklusi halal value chain (rantai pasok halal) di tingkat hilir.

Langkah nyatanya melalui penyediaan platform halal mart dan pelaksanaan pelatihan manajemen usaha. Kemudian, pendampingan kapasitas sertifikasi halal bagi produk lokal, hingga standardisasi kompetensi juru sembelih halal (juleha) pada sektor hulu peternakan.

Pilar kedua beralih pada optimalisasi pembiayaan syariah. Sektor ini bergerak melalui penyelenggaraan business matching (temu bisnis) yang mempertemukan pelaku UMKM dan lembaga keuangan syariah. Serta edukasi masif mengenai skema pembiayaan berbasis syariah yang aman dan terjangkau bagi modal kerja.

Terakhir, pilar ketiga berfokus pada edukasi pengelolaan dana sosial keagamaan di era digital. Bank Indonesia gencar mengampanyekan tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) produktif berbasis digital. Hal itu beriringan dengan penguatan literasi komprehensif mengenai urgensi halal lifestyle bagi masyarakat modern.

“Oleh karena itu, kita semua harus memperkuat ekosistem keuangan dan ekonomi syariah dari berbagai lini. Sehingga nantinya bisa benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan daerah yang tangguh,” ujar Bimo.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI