Ekonomi syariah mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas serta memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM.
Bandar Lampung (Lampost.co)–Sektor ekonomi dan keuangan syariah terus mendapatkan momentum besar untuk menjadi salah satu pilar utama penggerak roda perekonomian di Provinsi Lampung. Dukungan penuh kali ini datang dari lembaga legislatif daerah.
Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, secara terbuka menyampaikan komitmen mengawal pengembangan ekonomi syariah sebagai sektor strategis. Giri Akbar menilai ekonomi syariah mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas. Serta memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan optimistis tersebut Giri Akbar sampaikan saat memberikan sambutan pada penutupan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Road to FESyar Sumatra 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan perhelatan akbar tersebut yang berpusat di Kota Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).
Dalam pandangannya, keberhasilan penyusunan dan perluasan implementasi sistem ekonomi syariah di bumi Lampung tidak dapat dikerjakan secara parsial atau sendiri-sendiri. Perlu sebuah kerja sama yang terintegrasi, harmonis, dan kokoh di antara berbagai lini sektor pemangku kepentingan (stakeholders).
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas implementasi ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung,” ujar Giri Akbar di hadapan para tamu undangan.
Giri menambahkan pengusungan konsep ekonomi syariah harus bersifat inklusif. Artinya seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat mengakses, merasakan manfaatnya, dan turut terlibat. Dengan sistem yang berkelanjutan, harapannya model ekonomi ini tidak hanya menjadi tren sesaat. Akan tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global serta menekan angka ketimpangan sosial di daerah.
Lebih lanjut, Giri Akbar menjelaskan rangkaian kegiatan LaSEF 2026 ini memiliki esensi yang sangat krusial. Agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan platform strategis yang berfungsi sebagai bagian dari akselerasi penguatan serta pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara menyeluruh di Provinsi Lampung.
Ajang kompetisi, pameran UMKM, dan edukasi yang ada di dalam LaSEF merupakan persiapan matang sekaligus jembatan emas bagi Provinsi Lampung menuju perhelatan yang jauh lebih besar, yaitu Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026. Melalui kesiapan yang tampak pada LaSEF, Lampung optimistis dapat menjadi motor penggerak utama sekaligus percontohan nasional dalam pengembangan industri halal di Pulau Sumatra.
Acara penutupan festival ekonomi syariah ini berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh kunci pemerintahan dan tokoh masyarakat. Turut hadir langsung dalam agenda tersebut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung. Kehadiran pucuk pimpinan eksekutif dan legislatif ini menandakan adanya keselarasan visi yang kuat dalam membangun daerah.
Selain unsur pemerintahan, turut hadir dalam acara ini perwakilan pemerintah kabupaten/kota, jajaran direksi lembaga keuangan syariah, para pelaku usaha komoditas halal, kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta komunitas pemuda peduli ekonomi syariah. Kehadiran seluruh elemen ini mempertegas ekosistem syariah di Lampung telah terbentuk dengan matang dan siap bergerak bersama demi mewujudkan masyarakat Lampung yang maju, sejahtera, dan berkah.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update