Bank Indonesia Masifkan Literasi Ekonomi Syariah di Lampung

Perluasan edukasi dan literasi keuangan syariah merupakan upaya nyata membangun kemandirian ekonomi daerah, sekaligus menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih kokoh, berdampak luas, dan inklusif.

Editor Isnovan Djamaludin, Penulis Antaranews
Sabtu, 23 Mei 2026 20.30 WIB
Bank Indonesia Masifkan Literasi Ekonomi Syariah di Lampung
Ilustrasi Ekonomi Syariah. Foto: Antara

Bandar Lampung (Lampost.co)–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung kian gencar memperkuat fondasi ekonomi regional melalui perluasan edukasi dan literasi keuangan syariah. Langkah strategis ini sebagai upaya nyata membangun kemandirian ekonomi daerah. Sekaligus menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih kokoh, berdampak luas, serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan penguatan literasi ini dirancang untuk menggeser paradigma dan kebiasaan masyarakat. Target jangka panjangnya adalah membentuk gaya hidup halal (halal lifestyle) yang terintegrasi. Nantinya masyarakat menjadi jauh lebih akrab dan familier dalam menggunakan instrumen ekonomi serta keuangan syariah untuk menopang aktivitas produktif sehari-hari.

“Kami akan terus memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat akan literasi ekonomi dan keuangan syariah dengan berbagai kegiatan. Salah satunya melalui Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF),” ujar Bimo Epyanto di Kota Bandar Lampung, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Bank Indonesia Targetkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Penggerak Pembangunan Lampung

Kemapanan Transaksi Rp1,6 Miliar dan Gerakan Santri Tanggap Inflasi

Urgensi perluasan literasi ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada kesuksesan sebelumnya, Provinsi Lampung menorehkan catatan impresif pada sektor ekonomi syariah. Sepanjang pergelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatra yang berpusat di Lampung pada tahun 2025 lalu, nilai transaksi penjualan di area pameran mampu menembus angka Rp1,6 miliar. Catatan gemilang ini menjadi bukti valid bahwa pasar industri halal di Lampung memiliki potensi serapan yang sangat besar.

Sebagai bentuk implementasi nyata di sektor hulu, Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada edukasi teori, tapi langsung menyentuh aspek ketahanan pangan. Salah satu program inovatif yang BI gulirkan adalah melibatkan para santri di berbagai pondok pesantren untuk membangun ketahanan terhadap inflasi daerah.

“Kami mengikutkan santri dalam membangun ketahanan inflasi melalui pemberian bantuan bibit cabai. Langkah ini krusial untuk menciptakan kemandirian pangan di lingkungan pesantren,” ujar Bimo.

Inovasi Program Infratani di Jaringan Pondok Pesantren

Hingga saat ini, Bank Indonesia mencatat sudah ada 21 pondok pesantren mitra binaan di Provinsi Lampung yang berhasil mengadopsi dan menerapkan teknologi pertanian modern. Program tersebut dikenal sebagai Integrated Farming with Technology Information and Society (Infratani).

Melalui Infratani, pesantren-pesantren ini didorong untuk mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Pola pertanian terpadu ini terbukti efektif dalam memangkas biaya operasional internal pesantren, sekaligus mendidik para santri menjadi aktor wirausaha (santripreneur) yang mandiri dari sisi ekonomi ketika nanti terjun ke masyarakat.

Meskipun demikian, Bimo mengakui memperluas penetrasi ekonomi syariah membutuhkan konsistensi dan determinasi tinggi. Sektor pembiayaan syariah, misalnya, masih memerlukan pendekatan yang jauh lebih gencar, edukatif, dan persuasif agar masyarakat umum serta pelaku UMKM tidak ragu untuk berpindah menggunakan fasilitas jasa keuangan syariah.

Ekspansi Ekosistem melalui Pariwisata Ramah Muslim

Guna memperluas jangkauan ekosistem halal secara masif, Bank Indonesia Lampung kini tengah membidik sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan baru. Saat ini, pihak KPwBI Lampung sedang aktif mengembangkan konsep destinasi pariwisata ramah Muslim (Muslim-friendly tourism) yang berlokasi di dua wilayah pesisir strategis, yaitu Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan.

Pengembangan klaster wisata ini harapannya mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara lebih luas. Dengan mengintegrasikan akomodasi, kuliner bersertifikasi halal, serta fasilitas ibadah yang memadai di sepanjang destinasi wisata Pesawaran dan Lampung Selatan, Bank Indonesia optimistis akselerasi ekonomi syariah akan memberikan kontribusi nyata yang lebih besar bagi percepatan pembangunan ekonomi makro di Provinsi Lampung.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI