Fitur BitLocker Windows 11 Dinilai Terlalu Protektif, Data Pengguna Terkunci

Berbagai perangkat lunak pemulihan data pun tidak mampu menembus sistem enkripsi milik Microsoft tersebut.

Editor Denny
Selasa, 21 Oktober 2025 10.11 WIB
Fitur BitLocker Windows 11 Dinilai Terlalu Protektif, Data Pengguna Terkunci

Bandar Lampung (Lampost.co) — Salah satu pengguna Reddit bernama Toast_Soup membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat melakukan instal ulang sistem operasi Windows 11. Ia mendapati dua drive cadangannya yang berisi sekitar 3 terabita data tiba-tiba terkunci oleh sistem enkripsi bawaan Windows, BitLocker, meskipun ia mengaku tidak pernah mengaktifkan fitur tersebut.

Kasus itu kemudian memicu diskusi luas di komunitas teknologi. Banyak pengguna lain melaporkan hal serupa, di mana BitLocker aktif secara otomatis setelah mereka masuk menggunakan akun Microsoft. Akibatnya, seluruh isi drive akan terenkripsi tanpa pemberitahuan jelas kepada pengguna.

Sistem ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan keamanan data agar tidak mudah diakses pihak lain jika perangkat hilang atau dicuri. Namun, masalah muncul ketika pengguna tidak mengetahui bahwa BitLocker telah aktif atau lupa menyimpan recovery key—kode pemulihan yang diperlukan untuk membuka kembali drive terenkripsi.

Tidak Dapat Diakses

Jika recovery key tersebut tidak tersimpan di akun Microsoft atau dicatat secara manual. Maka seluruh data di dalam drive tidak dapat diakses sama sekali, bahkan oleh pemiliknya sendiri. Berbagai perangkat lunak pemulihan data pun tidak mampu menembus sistem enkripsi milik Microsoft tersebut.

Selain risiko kehilangan data, sebagian pengguna juga mengeluhkan performa komputer yang menurun setelah BitLocker aktif. Hal itu terjadi karena prosesor harus bekerja lebih keras untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi setiap kali file dibuka atau disimpan.

Pakar keamanan siber menilai, fitur ini memang penting bagi pengguna bisnis atau perangkat kerja yang menyimpan data sensitif. Namun bagi pengguna umum, aktivasi otomatis tanpa pemberitahuan bisa menimbulkan kebingungan dan potensi kehilangan data pribadi.

Microsoft sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai laporan pengguna yang merasa dirugikan oleh aktivasi otomatis BitLocker di Windows 11.

Sebagai langkah pencegahan, pengguna disarankan untuk memeriksa status enkripsi drive. Pemeriksaan melalui menu Settings → Privacy & Security → Device Encryption, serta mencatat recovery key di tempat yang aman. Bila tidak membutuhkan fitur tersebut, BitLocker dapat dinonaktifkan agar data tidak terkunci tanpa izin pengguna.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI